Angkasa Pura 2

Hadapi MEA SDM Indonesia Harus Profesional

SDMSelasa, 24 Maret 2015
Jonan Tommy Sorong2

JAKARTA (beritatrans.com) -Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia harus menunjukkan kemampuan atau profesionalisme. Yang diperlukan adalah keahlian, tidak perlu lagi hanya memiliki sertifikat. Kendati begitu, sertifikat hitam di atas putih tetap dibutuhkan.

“Yang dicari ke depan adalah SDM yang punya keahlian dan kemampuan,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Jika nanti MEA sudah berlaku, tidak ada pembatasan untuk warga negara asing (WNA) untuk berkerja di negara kita. Begitu pun sebaliknya.

“Jika orang Indonesia tidak mempersiapkan SDM dengan baik, maka indonesia hanya sebagai penonton dan WNA berkerja di negara kita. Persaingan akan semakin ketat,” jelas Tommy.

Tommy menambahkan, jika SDM Indonesia tidak mau menjadikan dirinya SDM yang prima, profesional, dan beretika, maka SDM Indonesia tidak mampu bersaing dengan SDM negara lain di Asean.

Saat ini, bahasa dan sastra Indonesia mulai dipelajari di berbagai negara ASEAN. Mereka sudah mempersiapkan untuk masuk dan bekerja di Indonesia. “Jika pasar bebas benar-benar dibuka, maka mereka bisa langsung masuk dan bekerja di Tanah Air,” terang Tommy.

Seperti diketahui, di Pelabuhan Tanjung Priok saja, saat ini sudah banyak pekerja asing. “Mereka bekerja profesional dan mempunyai sertifikat yang jelas. Jika kita terutama SDM perhubungan tak bersiap sejak kini, maka akan terlibas dan kalah dari orang lain,” tegas Tommy.(helmi)

loading...