Angkasa Pura 2

KAI Bangun Dry Port untuk Dukung Reaktivasi Jalur Kereta Stasiun Tawang – Pelabuhan Tanjung Emas

Dermaga EmplasemenSelasa, 24 Maret 2015
Animated4

SEMARANG (beritatrans.com) Manajemen PT KAI berencanya membangun lahan peti kemas atau Dry Port yang luasnya 5 hektare di Kelurahan Tanjung Emas.

“Fasilitas pelabuhan kering peti kemas atau dry port yang dibangun sebagai pendukung untuk reaktivasi jalur KA Tawang-Pelabuhan,” cetus Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto, Senin (23/2/2015).

Reaktivasi jalur kereta api (KA) Semarang Tawang – Pelabuhan Tanjung Emas itu sendiri terus dikebut pengerjaannya. Saat ini, pihak PT KAI sudah melakukan proses maping dan pengukuran lahan milik warga yang terkena dampak reaktivasi.

Dia mengemukakan proses maping dan pengukuran baru mulai dilakukan dan diharapkan dalam tiga hari ke depan sudah selesai. “Hari ini baru mulai, butuh waktu kurang lebih tiga hari,” jelasnya.

Dia menjelaskan, reaktivasi jalur KA sepanjang 3 kilometer mulai dari stasiun Tawang hingga pelabuhan Tanjung Emas. Reaktivasi akan melewati empat daerah di wilayah Kelurahan Tanjung Mas Semarang.

“Proses maping dan pengukuran yang dilakukan supaya PT KAI mengetahui luasan lahan, jumlah kepala keluarga (KK), dan pendataan uang bongkar rumah milik warga. Saat ini warga juga masih terus di data,” imbuhnya.

Suprapto menjelaskan, untuk lahan milik PT KAI yang saat ini masih ditempat oleh warga, saat ini berjumlah 17 kepala keluarga di RT 7 RW 11. Warga yang menempati lahan milik PT KAI akan mendapatkan biaya ganti pembongkaran bangunan.

“Ganti rugi tersebut hanya sebatas uang biaya pembongkaran. Hal ini sesuai dengan SOP yang dimiliki PT KAI. Besarnya uang pembongkaran bangunan sebesar Rp250 ribu permeter persegi untuk bangunan permanen dan Rp200 ribu untuk bangunan semi permanen,” katanya.

Secara terpisah, General Manager Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Iwan Sabatini menyatakan, TPKS sangat mendukung adanya reaktivasi jalur KA dari stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas. Hal itu menurut dia, akan mampu mempercepat proses pengiriman maupun pengambilan barang di TPKS.

Pembangunan rel menuju pelabuhan sepanjang kurang lebih 3 kilometer akan mengurangi beban jalan raya khususnya angkutan khusus barang, dan lebih menghemat waktu, serta biaya sekitar 30%. (korrie).