Angkasa Pura 2

Taufiqurrahman

“Ustadz Pantun” Berikan Tausyah pada Taruna STIP

SDMSelasa, 24 Maret 2015
IMG_20150324_153550

JAKARTA (beritatrans.com) – Aku tak mau naik onta kecuali dengan membaca basmalah. Aku tak mau bicara cinta, kecuali setelah selesai sekolah.

Begitu pantun pembuka dari Ustadz Taufiqurrahman dalam Tausiyah Akbar di Sporthall Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Selasa (24/3/2015). Momentum itu digelar dalam rangka dengan Pekan Maulid Nabi Saw Tahun 1436 H sekaligus Dies Natalis STIP ke 58 tahun 2015.

Ustadz Pantun ini untuk kedua kali diundang untuk memberikan tausiyah di Kampus STIP Jakarta, setelah empat tahun berlalu. Acara tersebut dihelat Pusat Kerohanian Islam (Rohis) Korp Taruna-Taruni STIP Jakarta.

Ustadz gaul tersebut mengatakan, “Taruna STIP harus belajar makin sebagai bekal hidup dan menggapai sukses di masa mendatang. Pelaut harus mempunyai kemampuan profesional sekaligus iman kuat di dada. Oleh karena itu, jangan tergoda cinta dulu sebelum selesai sekolah.”

“Bila perlu sukses bekerja dengan hasil memuaskan. Pemuda adalah harapan bangsa, yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangda ini ke depan. Belajar yang giat seraplah ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup di masa mendatang,” kata Taufiq.

IMG_20150324_161833_edit

Dikatakan, tantangan dan beban hidup di masa depan semakin berat. Kita akan menghadapi tantangan itu dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu harus “Umat Islam mempunyai bekal yang cukup, yaitu profesionalisme dan iman yang kuat. Taruna STIP, adalah calon pelaut yang andal. Anda harus menguasai kemampuan teknis dan nonteknis jika ingin berhasil mengarungi lautan luas dan ganas itu,” jelas Ustadz Taufiqurrahman.

Sebagai calon pelaut, menurut Taufiq, pengetahuan dan kemampuan teknis sebagai pelaut mutlak harus dikuasai. Tapi, bekal iman dan takwa juga tak kalah pentingnya bagi kita umat Islam,” seru Taufiq.

“Dimanapun kita bekerja dan kemanapun kapal berlayar, pelaut muslim tetap harus beriman dan bertaqwa. Salah satu cirinya adalah senantiasa menunaikan kewajiban agama dengan tulus dan ikhlas. Sebagi umat Islam, kita harus kerja profesional tapi juga beriman dan berdoa kepada Allah Swt,” sebut Taufiq.

“Hambatan dan cobaan akan selalu ada apalagi berlayar di tengah laut. Itulah dinamika hidup. Tapi jika bekal iman kuat dan kerja profesional, semua akan bisa dilalui dengan mudah. Usaha dulu secara maksimal, dan hasilnya diserahkan pada Allah Swt. Itulah jiwa seorang muslim yang sejati,” tegas Ustadz Taufiq itu.(helmi)

loading...