Angkasa Pura 2

9 Perusahaan Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok Belum Lunasi Iuran HIK ke Koperasi

DermagaWednesday, 25 March 2015

JAKARTA (beritatrans.com)- Ada sembilab Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di  Pelabuhan Tanjung Priok  belum melunasi kekurangan  pembayaran uang kesejahteraan untuk anggota Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang lazim disebut  uang HIK bulan Januari 2015.

PBM wajib membayar kekurangan uang HIK, sehubungan adanya kenaikan uang kesejahteraan anggota koperasi  yang dibayar PBM ke koperasi saat anvraagh (minta pemakaian TKBM ) dari Rp 448.375 menjadi Rp541.974 terhitung Januiari 2015. 

Koordinator Tim Penagih uang HIK Koperasi TKBM Nurtakim Rabu(25/03/2015) mengatakan  terthitung Januari ini uang HIK yang harus dibayar PBM setiap anvraagh(permintaan penggunaan TKBM)   naik dari Rp448.375 menjadi Rp 5.41.974 atau naik Rp93.000 stiap anvraagh.  

Namun, untuk bulan Januiari  2015 PBM masih membayar dengan tarif lama Rp 448.375. Sampai sekarang yang sudah terdata ada sembilan PBM belum melunasi kewajibannya membayar kekurangan uang HIK berjumlah sekitar Rp163 juta. 

Nurtakim mengatakan tim sedang mendata jumlah PBM yang masih terhutang uang HIK bulan Januari .  “Saya kira total uang HIK belum dibayar cukup besar karena setiap hari ada permintaan 1200 TKBM oleh PBM untuk bongkar muat barang di pelab uhan   dengan total jumlah PBM 76 perusahaan.

Nurtakim mengatakan selama ini setiap ada kenaikan uang HIK selisih antarta tarif lama dan baru tak pernah dilunasi oleh PBM. Itu terjadi bertahun tahun. “Bagaimana buruh mau sejahterta kalau PBM banyak tidak melunasi kewajibannya,” ujar Nurtakim.

Koperasi membentuk tim penagih piutang uang HIK terdiri dari pengurus tiga serikat pekerja buruh pelabuhan yang bernaung bawah Koperasi TKBM. (Wilam)