Angkasa Pura 2

Kapolri Izinkan Polwan Berjilbab

MUI: Kapolri Tanggap Atas Aspirasi Umat Islam

Aksi Polisi SDMRabu, 25 Maret 2015
Ali karim oei

JAKARTA (beritatrans.com) – Keputusan Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti mengizinkan Polwan muslimah mengenakan jilbab sangat melegakan banyak kalangan terutama umat Islam. Polri sekarang lebih tanggap dan aspiratif terhadap kemauan umat Islam di Tanah Air.

“Bagus itu. Kapolri berarti tanggap atas aspirasi dan kemauan umat Islam Indonesia untuk megenakan pakaian sesuai ketentuan syariat. Kita sambut positif dan syukur atas kebijakan itu, semoga membawa berkah,” kata Pengurus Majelis Ulama Indonesian (MUI) H.Ali Karim Oei,SH pada beritatrans.com di Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Kalau mau jujur, lanjut dia, Indonesia kalah di bandingkan Australia terkait seragam jilbab bagi anggota Polri itu. “Di negeri Australia yang sekuler dan umat Islam minoritas Polwan-nya sudah dizinkan mengenakan jilbab sejak lama,” jelas Ali.

Menurut Ketua Yayasan Haji Karim Oei itu, kini yang harus membuktikan justru Polwan muslim itu sendiri. Mampu tidak mengaplikasikan ajaran agamanya dalam kapasitasnya sebagai anggota Polri.

“Pimpinan Polri sudah mengizinkan memakai jilbab. Tinggal komitmen mereka (Polwan), mau tidak mengenakan pakaian muslimah dan menutup aurat tersebut,” tanya Ali.

Selain itu, harap dia, Polwan yang mengenakan jilbab harus menunjukkan kinerja dan pelayanan terbaik ke masyarakat.

“Sesuai sesanti Polri yaitu, melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. Jika konsep tribrata itu bisa diwujudkan Polwan yang mengenakan jilbab itu berari berkah,” terang Ali.

Dia menambahkan, filosifis mengenakan jilbab itu bukan hanya menutup aurat khususnya kepala. Tapi juga hatinya.

“Semua itu terkandung maksud, bahwa Polwa berjilbab harus lebih baik, profesional sekaligus baik sikap dan perilakunya di masyarakat,” tandas kader dakwah di kalangan keturunan Tionghoa itui.(helmi)