Angkasa Pura 2

Jika Swasta Mau Bangun KA Cepat Boleh Saja

EmplasemenKamis, 26 Maret 2015
Jonan Bon2

JAKARTA – Pembangunan kereta api super cepat di Indonesia masih dimungkinkan. Tapi proyek itu jangan menggunakan dana APBN. Jika swasta mau, silakan pemerintah akan memfasilitasi.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan pembangunannya nanti tidak didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Dibatalkan itu kalau menggunakan APBN, tapi kalau mau swasta bangun kereta cepat boleh aja,” kata Jonan kepada wartawan di kantor Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2015).

Rencana pembangunan kereta cepat itu awalnya digagas eks Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dengan menggandeng pemerintah Jepang yang sudah sukses membangun kereta tersebut.

Namun di era Presiden Joko Widodo, rencana tersebut dibatalkan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Andrinof Chaniago mengatakan sejumlah rencana kerjasama dengan pihak Jepang dibatalkan, termasuk pembangunan kereta cepat.

Namun belakangan Wakil Presiden mengatakan proyek masih terus dilanjutkan. Bila ada pihak swasta yang tertarik untuk berinvestasi di kereta cepat, pemerintah kata dia siap membantu. Namun sayangnya hingga kini belum ada pihak swasta yang menawarinya kerjasama tersebut. “Tidak tahu, belum ada surat ke saya,” tegas Jonan.(helmi/tribunnews)