Angkasa Pura 2

600 Posisi di 138 BUMN Dikabarkan Ditawarkan ke Relawan Jokowi

SDMJumat, 27 Maret 2015
Rini-Suwandi-&-Jokowi-Katadata-Arief

JAKARTA – Sumber SINDO Weekly mengatakan, ada sekitar 600 posisi di 138 BUMN berikut anak-cucu perusahaan yang ditawarkan Menteri BUMN Rini Soemarno kepada para relawan yang berkontribusi terhadap pemenangan Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden.

Karena, sesuai undang-undang, tidak mungkin relawan dan politikus masuk menjadi direksi, maka komisaris menjadi posisi yang paling mungkin “diperebutkan” relawan. Nah, kabarnya, ratusan relawan pun berbondong-bondong mengirimkan daftar riwayat hidup plus makalah kepada tim yang dibentuk Menteri Rini.

“Rini kan enggak kenal semua orang. Jadi, sah-sah saja kami mendaftarkan diri,” kata Beathor Surjadi, relawan Jokowi dari Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) seperti dirilis okezone.com, Kamis (26/3/2015).

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menanggapi sinis masuknya relawan Jokowi secara berjamaah ke BUMN.

Dia mengistilahkan para relawan dan tim sukses itu ibarat penagih utang (debt collector) yang mengepung Presiden Jokowi. “Mereka cuma cari hidup. Ini balas jasa kepada relawan dan pendukung,” katanya.

Bekas Sekretaris BUMN Said Didu mengatakan fenomena seperti itu selalu terjadi pada setiap rezim. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kata Said, tim sukses dan partai pendukung Yudhoyono sampai mengajukan 400-an nama calon komisaris.

“Di antara sekian banyak nama itu, hanya 50-an orang yang punya kompetensi korporasi,” katanya ketika dihubungi SINDO Weekly.

Menjadi komisaris memang menggiurkan. Beban kerja yang tidak terlalu berat bisa diganjar penghasilan separuh gaji direksi. Gaji komisaris di perbankan, menurut Said, 50 persen dari gaji direktur utama.

Gaji direktur utama bank pelat merah saat ini di atas Rp200 jutaan. Itu baru gaji reguler, alias belum ditambah tetek bengek fasilitas, berupa bonus akhir tahun, mobil, dan rumah. (awe)

loading...
  • anta

    Katanya gk ada balas jasa. Kok malah jadi balas budi.. sama aja dull