Angkasa Pura 2

Asosiasi Logistik & Forwarding Indonesia: Rugi Sangat Besar Bila Pelabuhan Cilamaya Gagal Dibangun

DermagaSabtu, 28 Maret 2015
215141_bongkar-muat-kontainer-di-pelabuhan-tanjung-priok_663_382

JAKARTA (beritatrans.com) – Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Wilayah DKI Jakarta, Widiyanto sangat mendukung rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.

Dukungan itu, dia menegaskan berbasis kepada fakta 80 persen industri (pabrikan) berlokasi di Jawa Barat sehingga dapat menekan biaya logistik dibanding melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Menanggapi adanya keberatan Pertamina terhadap rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Widiyanto mengatakan tergantung ketegasan pemerintah. Karena Pertamina itu kan milik pemerintah.

“Kalau pembangunan Pelabuhan Cilamaya menguntungkan bagi perekonomian nasional kenapa tidak dilanjutkan. Soal kekhawatiran ganggu
BUMN tersebut dapat diatasi dengan menggunaan teknologi yang sudah sangat maju,” kata Widiyanto kepada beritatrans.com, Sabtu (28/3/2015) malam.

Sebaliknya kalau keluar masuk barang (eksppr/impor) tetap melalui Pelabuhan Tanjung Ptiok, masalah biaya logistik mahal, dwelling time dan kemacetan tetap menjadi kendala dalam kelancaran logistik secara nasional. Kerugian secara nasional jauh lebih besar kalau Cilamaya ridak dibangun.

“Kerugian sangat besar itu pasti terjadi. Coba bandingkan dengan kerugian yang diderita Pertamina bila Pelabuhan Cilamaya tidak dibangun. Sekarang kita tinggal mau memilih mana, kerugian nasional luar biasa atau memilih kerugian hanya diderita Pertamina?”cetusnya.

2015-03-28 21.43.44

Widiyanto mengatakan ALFI sangat mendukung pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Anggota ALFI siap mendukung kelancaran logistik dari dan ke Pelabuhan Cilamaya.

“Cuma menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kita mengimbau pemerintah agar kegiatan usaha di pelabuhan yang selama ini dikerjakan pengusaha nasional umumnya tergolong UKM tetap dilindungi dengan mengeluarkan ketentuan agar tidak digilas oleh pengusaha asing. (Wilam)