Angkasa Pura 2

Din Syamsudin

Tak Ada Akar Kekerasan dan Radikalisme Dalam Islam

Another NewsSenin, 30 Maret 2015
IMG-20150329-WA000

CHINA (beritatrans.com) -Boao for The Future Asia (BFA) untuk pertama kalinya tahun ini menyediakan sesi khusus tentang Agama dan Pencerahan Peradaban. Isu utama yang dibicarakan adalah adalah tentang Prinsip Jalan Tengah dan Perdamaian.

Tampil menjadi narasumber antara lain:  Master Sing Yuen, tokoh Buddha terkemuka dari Taiwan, Arcbishop Paul Kwong dari Hongkong, dan Din Syamsuddin dari Indonesia yang diundang untuk mewakili Islam.

Dalam ceramahnya Din menjelaskan prinsip Jalan Tengah Islam (wasathiyah) sebagai jalan keluar terhadap problematika peradaban dunia. Menjawab pertanyaan moderator dari Phoenic TV tentang fenomena radikalisme keagamaan dan terorisme.

Din meyakinkan audiens bahwa tidak ada akar pada Islam bagi kekerasan dan terorisme. “Kekompok ekstrimis dan teroris hanya menyalahgunakan bahkan “membegal” Islam utk kepentingan politik kelompok,” katanya dalam siaran pers yang diterima beritatrans.com.

Selain itu,  radikalisme, ekstrimisme dan terorisme, lanjut Din, juga dipengaruhi oleh faktor-faktor  non-agama seperti kesenjangan sosial, ekonomi, dan politik.

Bahkan tidak mustahil kelompok ini ikut direkayasa oleh pihak luar yg ingin merusak Islam melalui sebagian pemeluknya. Penjelasan Din tersebut mendapat sambutan  positif dari moderator dan audiens yg memadati hall Boao Convention Center.

Boao Forum yang sudah berlangsung ke-14 kalinya, sangat positif bagi perdamaian dunia, khususnya dalam menyambut kebangkitan dan kemajuan Asia, sebagai kawasan abad baru. (helmi).