Angkasa Pura 2

Bobby: Semua Stakeholder Setuju Pelabuhan Cilamaya Dibangun

DermagaSelasa, 31 Maret 2015
Bobby 1_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Proyek pembangunan Pelabuhan Cilamaya sebetulnya sudah disetujui oleh semua stakeholder, termasuk PT Pertamina. Bahkan sebelum Pertamina sepakat, berbagai persoalan yang terkait dengan kepentingan Pertamina dibahas secara khusus.

“Hasilnya adalah final Report yang dikeluarkan pada Agustus 2014. Dan semua sepakat pelabuhan Cilamaya dibangun,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit saat mendampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berdialog dengan wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Menurut Bobby, berdasarkan final report itulah maka kemudian disepakati bahwa pembangunan Pelabuhan Cilamaya digeser sekitar 3 kilometer ke arah barat, termasuk menggeser alur pelayarannya. Perubahan tempat pembangunan itu pun sudah atas dasar hasil studi tiga konsultan independen.

“Jadi pembangunan Pelabuhan Cilamaya itu bukan proyek ujug-ujug. Tapi sudah melalui berbagai tahapan sejak 2010, termasuk berdasarkan hasil kajian Bappenas dan konsultan independen,” ujarnya.

Bobby mengaku aneh kalau sekarang tiba-tiba ada salah satu stakeholder yang sebelumnya sudah sepakat tetapi kemudian mempermasalahkan lagi dengan mengemukakan argumen-argumen yang sebetulnya sudah sejak dulu mereka sampaikan.

“Persoalan banyaknya pipa-pipa gas dan yang lain-lain itu kan dulu juga sudah mereka utarakan. Makanya pada final report kemudian lokasi pembangunannya digeser sedikit ke arah barat,” kata Bobby.

Sebetulnya, kata Bobby banyaknya pipa-pipa di dasar laut Cilamaya tidak akan menjadi persoalan apalagi sampai mengancam keberlangsungan suplai minyak dan gas PT Pertamina. Sebab di Pelabuhan Tanjung Piok pun banyak pipa-pipa sejenis.

Tidak usah membandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan besar di dunia seperti Pelabuhan Singapura dan negara-negara lain. Di Pelabuhan Tanjung Priok juga banyak kabel dan pipa berseliweran di bawah lautnya.

“Bahkan di dasar laut Selat Malaka pun berbagai kabel dan pipa ada di sana. Tetapi aman-aman saja. Padahal ribuan kapal berlayar di situ setiap harinya,” ujar Bobby. (aliy)