Angkasa Pura 2

Wapres Jusuf Kalla Akan ke Lokasi Cilamaya

DermagaSelasa, 31 Maret 2015
2015-03-28 08.13.50

JAKARTA (beritatrans.com) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan mengecek langsung rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat.

Menteri Koordinator bidang Maritim Indroyono Soesilo menyatakan, kunjungan ini akan dilakukan pada tanggal 2 April 2015. Nantinya kunjungan ini akan ditemani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago dan Menteri ESDM Sudirman Said.

“Tanggal 2 April hari Kamis dengan pak Wapres kita ingin ngecek langsung dengan helikopter ke sana, untuk melihat,” ucap Indroyono seperti dirilus okezone, Senin (30/3/2015).

Terkait risiko yang ditimbulkan jika rencana pembangunan pelabuhan tersebut terealisasi seperti pasokan gas dan listrik terganggu, Indroyono menyatakan, potensi tersebut akan diputuskan ketika selesai kunjungan ke pelabuhan.

“Iya, tapi kan itu sudah ada kajian sebelumnya. Yang ada anjungan-anjungan itu kan. Nanti kita lihat lah, hari Kamis saya dampingi pak Wapres ke Cilamaya,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, hal yang sama. Dirinya bersama Wapres JK akan mengecek langsung posisi pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

8 FAKTA CILAMAYA
Secara terpisah, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) JA Barata mengungkapkan sejumlah fakta terkait pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

1. Pembangunan Cilamaya adalah inisiatif sejak Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

2. Dokumen studi teknis dan dampak lingkungan sudah dibuat oleh konsultan internasional dan sudah melibatkan manajemen Pertamina dan SKK Migas dari periode sebelumnya. Prastudi kelayakan (prefeasibility study) dilakukan tahun 2010; studi kelayakan (feasibility study) dilakukan tahun 2011-2012. Studi Amdal (draft final) untuk pelabuhan dan akses jalan telah dilakukan tahun 2012, namun masih perlu disempurnakan. Dengan adanya rencana pergeseran ke lokasi baru kurang lebih 2,9 km ke arah Barat dari lokasi semula, akan diadakan Studi Amdal

3. Dari foto lokasi saat ini hanya diketahui ada dua anjungan pengeboran lepas pantai dan daerah alur laut di sekitarnya masing kosong, sehingga disarankan agar melihat lapangan terlebih dahulu.

4. Pembangunan pelabuhan ini adalah bagian dari program penurunan biaya logistik nasional dalam jangka panjang yang juga sesuai arahan presiden dan wakil presiden.

5. Pembangunan Pelabuhan Cilamaya bukan proyek Kementerian Perhubungan (Kemnhub) tapi inisiatif yang dimotori Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Di samping Bappenas, mengingat pelabuhan Cilamaya merupakan program prioritas MP3EI (Perpres Nomor 32 Tahun 2011), koordinasi rencana pelaksanaannya juga melibatkan berbagai Kementerian termasuk Kementerian PU (menyangkut akses jalan), Kementerian ESDM, PT Pertamina yang dikoordinasikan oleh Kantor Menko Perekonomian pada Kabinet yang lalu.

6. Kemenhub berharap pembangunan dilakukan oleh pihak swasta murni tanpa menggunakan APBN mengingat dana APBN terbatas untuk pembangunan daerah tertinggal.

7. Anjungan pengeboran lepas pantai milik anak perusahaan Pertamina tersebut diresmikan hampir 45 tahun lalu, sehingga perlu modernisasi perangkat keselamatan sesuai dengan UU Pelayaran no 17/2008.

8. Kemenhub mendorong agar pembangunan Cilamaya tidak boleh mengganggu lahan pertanian sehingga akses jalan dibangun dalam sistem closed gate dan elevated. (aliy/helmi)