Angkasa Pura 2

BPS: Harga BBM Dongkrak Biaya Logistik dan Transportasi Nasional

KoridorRabu, 1 April 2015
BPS Jakarta

JAKARTA (beritatrans.com) -Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama bulan Maret 2015 ada enam jenis komoditi yang menyebabkan terjadinya inflasi sebesar 0,17%, terutama kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Implikasinya, biaya transportasi dan logistik menjadi naik. Akhirnya, harga barang dan jasa terkerek naik pula.

“Penyebab utama inflasi kita, pertama bensin. Walaupun keputusan pemerintah baru 27 kemarin, tapi pengaruhnya terasa, andilnya 0,15%. Perubahan harganya terhadap Februari sebesar 4,01%. Ini karena penyesuaian harga minyak dunia yang akhirnya di 80 kota IHK terjadi kenaikan harga dan tertinggi di Tarakan sebesar 5%,” ujar Kepala BPS Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Komoditas kedua, penyumbang inflasi adalah bawang merah sebesar 0,1%. Perubahan harganya terhadap Februari 29,05%. Hal ini karena curah hujan masih tinggi sehingga membuat rusak panen bawang merah.

“Jadi kalau bawang dan cabai itu banyak busuk. 67 kota IHK terjadi kenaikan harga, dan yang paling tinggi di Tegal 115% serta Kudus 60%,” kata dia.

Ketiga, beras dengan andil 0,09% dengan rata-rata kenaikan 2,24%. Hal ini karena pasokan sedikit dan belum memasuki masa panen raya. Diperkirakan April ini baru terjadi panen. 58 kota IHK terjadi kenaikan harga tertinggi di Gorontalo hingga 15%.

“Keempat, bahan bakar rumah tangga atau LPG. Terutama untuk elpiji 12 kg, andilnya 0,03%. Untuk perubahan harga rata-ratanya 1,51%. Terjadi kenaikan di 60 kota IHK dengan trtingi di Palopo sebesar 13%, dan Bukitinggi 8%,” imbuh Suryamin.

Kelima adalah rokok kretek filter dengan andil 0,02%. Perubahan harganya mencapai 0,01%. Terjadi kenaikan di 49 kota IHK yang tertinggi di Pangkl Pinang dan Pontianak sebesar 4%.

“Terakhir, upah tukang bukan mandor dengan andil 0,02%. Kenaikan harganya mencapai 0,86%. Ini karena dipengaruhi naiknya harga bahan-bahan pokok. Sehingga mereka para buruh minta naik. Terjadi kenaikan di 14 kota IHK dan di Dumai yang tertinggi sebesar 37%,” pungkas Suryamin.(helmi)

loading...