Angkasa Pura 2

BPSDM Perhubungan Pastikan Tetap Berikan Beasiswa Untuk Taruna

SDMRabu, 1 April 2015
tommy sorong taruna

JAKARTA (beritatrans.com) -Badan Pengembangan SDM Perhubungan memastikan akan tetap memberikan beasiswa bagi taruna transportasi di seluruh Tanah Air. Ini amanat konstitusi dan harus diberikan kepada yang berhak menerima.

“Beasiswa tetap ada. Tapi, beasiswa itu akan diberikan secara selektif dan hanya orang-orang yang berhak menerima saja,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.
Dari kuota penerimaan calon taruna baru 2015, lanjut dia, hampir 50 persen adalah taruna beasiswa.

“Mereka bisa menerima beasiswa dari pemerintah pusat melalui program officer plus atau ikatan dinas. Bisa juga beasiswa dari daerah masing-masing,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

Tahun 2015 BPSDM Perhubungan akan menerima sekitar 3.500 oranng taruna dari berbagai moda, baik darat, laut, udara serta kereta api (KA). Mereka akan ditempatkan di berbagai kampus yang ada di berbagai daerah di Indonesia.

Tommy mengatakan, beasiswa akan diberikan secara selektif. Yaitu mereka dari keluarga kurang mampu dengan menunjukkan surat keterangan dari pejabat yang berwenang. Selain itu juga taruna berprestasi di setiap kampus masing-masing.

“Mereka akan tetap diberikan beasiswa. Tapi jika taruna dari keluarga berada dan bahkan saat mendaftar saja diantar mobil alpard masa disubsidi? Kita akan memberikan beasiswa, tapi harus selektif,” tandas Tommy.

Cuma harus diketahui, sejalan dengan program pemerintah untuk menjadi seluruh sekolah transportasi menjadi Badan Layanan Umum (BLU) menurut Tommy, maka sebagian kebutuhan taruna seperti makan, pakaian dan lainnya tidak disubsidi.

“Kemampuan pemerintah berkurang. Subsidi hanya akan diberikan bagi mereka yang membutuhkan, termasuk untuk kebutuhan taruna transportasi sebagian harus ditanggung sendiri,” papar Tommy.

Kendati begitu, dia menambahkan, taruna transportasi jangan hanya dilihat dari biayanya yang besar. Profesi mereka nanti sangat dibutuhkan dengan gaji yang besar.

“Tapi, jika mereka nanti bekerja gajinya besar. Misalnya pilot gaji awalnya sudah Rp20 juta per bulan. Pelaut juga sekitar itu. Jadi, kita harus berfikir ke depan. Gaji dan kesejahteraan mereka juga tinggi. Wajar kalau mereka juga ikut berkontribusi,” tegas Tommy.(helmi)

loading...