Angkasa Pura 2

Kepala BKPM: Investor Jepang & China Sering Tanyakan Kapan Pelabuhan Cilamaya Dibangun

DermagaRabu, 1 April 2015
382886_620_tempoco

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku banyak ditanya oleh investor Jepang dan Tiongkok (China) terkait kemajuan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat.

“Memang disinggung terkait Cilamaya, tapi ini tidak menjadi syarat (mereka investasi harus ada Pelabuhan Cilamaya),” kata Kepala BKPM Franky Sibarani di gedung BKPM, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Menurut Franky, BKPM tidak dapat memastikan Pelabuhan Cilamaya tersebut akan terbangun atau tidak, sebab saat ini masih dikaji kajian sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

“Posisi kita sedang menunggu pengkajian, ada 150 hektare sawah di sana, ada pipa gas, dan Pertamina. Tiga faktor ini kan sedang dikaji,” ucap Franky.

Curhatan para investor Jepang dan Tiongkok tersebut disampaikan ke Franky saat dirinya melakukan kunjungan ke negara tersebut bersama Presiden Joko Widodo pada 23-28 Maret 2015.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memastikan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan tetap diteruskan. Sebab, pembangunan Cilamaya adalah inisiatif sejak Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

JA Barata, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, mengatakan dokumen studi teknis dan dampak lingkungan sudah dibuat oleh konsultan internasional dan sudah melibatkan manajemen Pertamina dan SKK Migas dari periode sebelumnya. Pra Studi Kelayakan (Pre Feasibility Study) dilakukan pada 2010; Studi Kelayakan (Feasibility Study) dilakukan pada 2011-2012. (fani).

loading...