Angkasa Pura 2

Singapore Airlines Bidik Saham Hongkong Airlines

KokpitRabu, 1 April 2015
singapore airlines

HONG KONG (beritatrans.com) — Singapore Airlines Ltd memasuki perundingan untuk membeli kepemilikan minoritas di maskapai jarak pendek Hong Kong Airlines International Holdings Ltd. Transaksi ini merupakan upaya maskapai Singapura tersebut memasuki pasar perjalanan udara Cina yang tumbuh pesat.

Perundingan antara Singapore Airlines dan Hong Kong Airlines, The Wall Street Journal memberitakan masih berada dalam tahap awal dan nilai investasinya belum dipastikan, kata sumber pada Selasa. Maskapai Singapura dengan kode penerbangan SQ tersebut menyanggah kabar bahwa mereka tengah berunding dengan Hong Kong Airlines.

Jika terwujud, deal itu akan memperketat persaingan antara SQ dan Cathay Pacific Airways Ltd yang berbasis di Hong Kong. Keduanya dipandang sebagai maskapai utama di pasar Asia.

Cina merupakan pasar yang menarik bagi SQ, karena pasar Asia Tenggara sudah jenuh dengan maskapai tarif murah serta maskapai dari luar kawasan. AirAsia Bhd, asal Malaysia, adalah pesaing berat di rute-rute pendek. Sementara itu, maskapai kawasan Teluk seperti Emirates Airline dan Qatar Airways telah merebut pangsa untuk rute jarak jauh ke Eropa dan Amerika Serikat.

Selain dengan SQ, Hong Kong Airlines juga tengah berunding dengan maskapai Asia lain menjelang penawaran saham perdana (IPO) pada paruh kedua tahun ini, kata sumber.

Hong Kong Airlines telah mengajukan permohonan listing ke bursa saham Hong Kong sejak September lalu. Untuk pertama kalinya di bursa tersebut, IPO Hong Kong Airlines akan melibatkan dua mata uang, yakni yuan Cina dan dolar Hong Kong. Rencana IPO ditunda sehubungan potensi penjualan saham, kata beberapa sumber secara terpisah.

Maskapai Hong Kong tersebut dimiliki oleh HNA Group, konglomerasi asal Cina yang juga memiliki Hainan Airlines. Hong Kong Airlines berdiri pada 2006 dengan maksud menembus dominasi Cathay Pacific, yang juga memiliki maskapai Dragonair untuk melayani rute Cina.

Hong Kong Airlines kini mengoperasikan sekitar 24 pesawat Airbus dalam rute regional, seperti ke Osaka di Jepang serta Beijing dan Shanghai di Cina. Dana dari IPO yang diperkirakan bernilai $500 juta itu akan dipakai untuk menambah armada, kata maskapai. (san).