Angkasa Pura 2

Dampak Kecelakaan AirAsia

BPS: Tragedi AirAsia Bikin Jumlah Penumpang Pesawat Turun Belasan Persen

Bandara KokpitKamis, 2 April 2015
AirAsia-Flight-QZ8501-is-missing-600x300

JAKARTA (beritatrans.com) – Jumlah penumpang udara di beberapa bandara utama di Tanah Air perode Februari 2015 turun dibandingkan Januari tahun yang sama. Penurunan yang terbesar terjadi di Bandara Juanda Surabaya sebesar 21,02% untuk penumpang international.

“Penurunan arus penumpang di Bandara Juanda Surabaya itu dipengaruhi penutupan beberapa rute penerbangan khususnya maskapai Indonesia AirAsia menyusul kasus kecelakaan pesawat maskapai itu di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah akhir tahun lalu. Penutupuan rute itu, paling banyak dialami AirAsia khususnya Bandara Juanda Surabaya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Data BPS menyebutkan, pada bulan Feruari hampir semua penumpang di bandara utama di Tanah Air turun. Untuk penumpang domestik misalnya, Kuala nama terjadi penurunan 24,67%, Soekarno-Hatta turun 14,57%, Juanda Surabaya turun 15,93%, Ngurah Ra Bali turun 17,65% dan Hassanusin makassar turun 18,20%.

Masih menurut data BPS, jumlah penumpang udara internasional juga mengalami penurunan di beberapa bandara utama di Tanah Air. Bandara Kuala Namu turun 0,29%, Soekarno-Hatta turun 11,26%, Juanda tuun 21,02%, Ngurah Rai turun 5,32% dan Hassanudin Makassar turun 19,35%.

Suryamin menambahkan, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Februari 2015 sebanyak 4,7 juta orang. Jumlah itu turun 12,77% dibandingkan bulan Januari 2015.

Sementara menutut BPS, jumlah penumpang udara international priode Februari 2015 tercatat 991,8 ribu orang. Jumlah itu turun 10,69% persen dibandikang Januari tahun yang sama.

“Kendati begitu, selama Januari-Februari 2015 jumlah penumang udara domestik mencapai 10,2 juta orang, atau aik 13,48% dibandingkan periode sama tahun 2014. Sedangkan jumlah penumpang international periode Janurai-Februari 2015 tercatat sebesar 2,1 juta orang atau turun 2,44% dibangkan peridoe sama tahun sebelumnya,” tegas Suryamin.(helmi)