Angkasa Pura 2

Pramugari Dipukul, Pesawat Mendarat Darurat

KokpitJumat, 3 April 2015
image_update_7f657fa553eb0972_1384839737_9j-4aaqsk

ROMA (beritatrans.com) – Pesawat easyJet melakukan pendaratan darurat di Roma, Italia, ketika seorang penumpang marah memukul pramugari karena sandwich yang dipesannya terlalu lama datang.

Seperti dikutip DailyMail, Kamis 2 April 2015, penumpang yang marah itu berteriak, “Aku sudah menunggu selama berjam-jam, aku lapar!”

Penumpang itu, menurut saksi mata, kemudian langsung menyerang pramugari tersebut.

Drama tersebut meletus di atas maskapai penerbangan British berbiaya rendah yang terbang dari Jenewa menuju Pristina di Kosovo, Selasa pagi, 31 Maret 2015.

“Dia berteriak kepada pramugari, lalu ia berdiri dan memukul dia, dan ketika pramugari jatuh ke lantai, ia terus memukulnya,” ungkap seorang saksi mata yang duduk di dekat orang tersebut.

Sejumlah penumpang kemudian menahan orang itu, sementara untuk alasan keamanan pilot pesawat langsung mengalihkan pesawat ke bandara Fumincino di ibukota Italia.

Pramugari yang menjadi korban pemukulan kemudian mengatakan kepada surat kabar Swiss 20 Menit, “Saya benar-benar terkejut. Saya tidak mengerti bagaimana orang bisa bereaksi begitu keras hanya karena sandwich. ”

Polisi Italia menangkap pria tersebut saat pramugari mendapat perawatan medis di tempat kejadian.

Akibat serangan tersebut, easyJet mengatakan anggota awak kabinnya terluka dan kacamatanya rusak.

“EasyJet mengkonfirmasi bahwa EZS1483 penerbangan dari Jenewa ke Pristina pada 31 Maret dialihkan ke Roma karena penumpang di dalam pesawat mengganggu aktivitas di penerbangan,” kata juru bicara maskapai.

Juru bicara juga mengatakan, pesawat langsung dipenuhi oleh polisi saat tiba di Roma dan penumpang tersebut ditangkap.

“Keamanan dan kesejahteraan penumpang dan awak selalu menjadi prioritas easyJet. Sementara insiden seperti itu tidak kami tolerir, perilaku kasar atau mengancam di dalam pesawat selalu kami tuntut,” tegasnya.

180 penumpang dibawa ke Pristina pada penerbangan terpisah pada sore hari itu. (fani)