Angkasa Pura 2

BBM dan Elpiji Naik, Pejabat BPH Migas Berkomentar Enteng

Energi KoridorMinggu, 5 April 2015
Antrian SPBU

JAKARTA (beritatrans.com) – Harga bahan bakar minyak (BBM) dan Elpiji 12 kilogram (kg) telah mengalami kenaikan. Padahal, pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru beberapa bulan menjabat. Rakyat banyak menderita. Tapi, pejabat negara justru berkomentar enteng, demi ketahanan energi

Menurut Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng, pemerintah telah berhitung untung dan ruginya termasuk dalam menaikkan harga BBM dan LPG tersebut.

“Tujuannya ini menuju ketahanan energi, mengenai harga minyak turun, kan memang pernah turun, pemerintah berupaya membiasakan masyarakat itu suatu hal yang biasa,” kata Andy di Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Minggu (5/4/2015).

Dikatakan, fluktuasinya harga energi di Indonesia merupakan salah satu upaya pemerintah membiasakan masyarakat menuju pada ketahanan energi.

Sementara, aklibat enaikan harga barang dan jasa termasuk harga BBM dan LPG membuat rakyat makin tertekan dan stress. Bahkan, ada satu keluarga menghakhir hidupnya dengan menenggak racun tikus karena tak kuat menahan beban hidup yang makin berat.

Andy menuturkan, ke depan pemerintah harus lebih mendorong penggunaan renewable resource agar dapat mengendalikan sendiri harga-harga komoditas.

“Karena minyak di Indonesia ini sebagai ekonomik, setiap harga minyak naik itu ya semuanya naik, karena semuanya digerakan oleh minyak,” tambahnya.

Dirinya mencontohkan, seperti angkutan transportasi yang hampir seluruhnya digerakan oleh minyak. Salah satunya kereta api yang digerakan oleh listrik namun listrik tersebut berasal dari pembangkit listrik berbahan bakar minyak.

“Ini ke depan harus berubah, seperti kereta harus diubah dari listrik yang berasal dari pembangkit energi baru, bukan lagi yang minyak, karena dimanapun harus di hemat, terutama karbon sehingga tidak bisa diperbaharui,” tutupnya. (helm/awe)

loading...