Angkasa Pura 2

Dihajar Petir, Hidung Pesawat Bonyok Tapi Masih Bisa Terbang & Mulus Mendarat

KokpitJumat, 10 April 2015
CCIqom0UMAAHdlG.jpg_large

DENVER (beritatrans.com) – Pesawat maskapai Icelandair berlubang di bagian hidungnya setelah disambar petir di tengah penerbangan. Kerusakan pesawat itu baru diketahui ketika mendarat setelah penerbangan selama tujuh jam.

Diberitakan New York Daily News, Kamis (9/3), insiden ini terjadi pada penerbangan nomor 671 Selasa lalu dari bandara Reykjavik di Islandia menuju Denver, Amerika Serikat.

Tidak lama setelah tinggal landas, pesawat Boeing 757 itu menghadapi cuaca buruk dan akhirnya tersambar petir. Salah seorang penumpang, Nathan Maxwell, mengaku mendengar suara ledakan besar dan kilat berwarna kuning dan putih.

Beberapa menit kemudian, kapten pilot mengatakan pesawat disambar petir namun semuanya baik-baik saja dan penerbangan akan dilanjutkan.

Saat mendarat tujuh jam kemudian, Maxwell sempat mengambil gambar hidung pesat yang bonyok akibat sambaran petir. Di hidung pesawat terdapat radar cuaca.

“Saya kaget melihat lubang di hidung kapal. Saya bersyukur kami bisa sampai dengan selamat,” kata Maxwell seperti dikutip cnnindonesia.

Pilot tidak mengetahui kerusakan di pesawat hingga mereka mendarat. Namun perjalanan itu berjalan mulus dan pilot melakukan semua protokol penerbangan yang disyaratkan.

Jeffrey Price, professor manajemen penerbangan di Metropolitan State University di Denver mengaku tidak kaget pesawat bisa terbang dengan mulus.

Namun dia terkejut melihat lubang di hidung pesawat.

“Pesawat masa kini dibangun agar tahan terhadap kerusakan dan robekan,” kata Price.

Namun beberapa ahli penerbangan menyayangkan tindakan pilot yang tetap melanjutkan perjalanan, seharusnya putar balik ke bandara terdekat.

“Pilot seharusnya memutar. Ini adalah langkah yang tepat karena kita tidak tahu apa kerusakannya. Sambaran petir bisa menghilangkan tekanan udara di bagian depan pesawat, sehingga bisa merusak strukturnya, berisiko membuat seluruh bagian depan terlepas,” kata ahli penerbangan Greg Feith. (ani).

loading...