Angkasa Pura 2

YLKI: Diskriminatif, Jonan Harus Dievaluasi Kinerjanya

Bandara FigurSenin, 13 April 2015
Jonan Bandara Sorong

JAKARTA (beritatrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengevaluasi kinerja anggota kabinetnya, Senin (13/4/2015) malam ini. Disebut-sebut, beberapa menteri yang kinerjanya kurang bagus atau di bawah standar yang ditetapkan bekal direshufle.

“Salah satu anggota kabinet yang layak dipertimbangkan untuk evaluasi bahkan diganti adalah Menhub Ignasisus Jonan,” kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi pada beritatrans.com di Jakarta, Senin.

Menurut dia, Jonan harus dievaluasi karena berbagai kebijakan yang diambil tidak pro konsumen dan masyarakat kecil. “Misalnya, dia menutup loket penjualan tiket di bandara. Ini kan (kebijakan) aneh!? Ini melanggar hak-hak publik,” cetus Tulus.

Selain itu, lanjut dia, Jonan juga merekomendasi tarif KA kelas ekononi untuk dinaikkan. Dalam kasus ini, orang miskin pengguna KA yang menderita.

“Seharusnya tarif KA ekonomi tetap disubsidi, karena penggunanya adalah kelompok masyarakat miskin. Mereka itu sesuai konstitusi memang harus disubsidi,” jelas Tulus.

Di sisi lain, selama Jonan menjadi Menhub juga banyak kasus-kasus besar terjadi di sektor transportasi. Mulai jatuhnya pesawat AirAsia, kisruh delay Lion Air.

Dan yang terakhir, lolosnya Mario Steven Ambarita ke landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sampai menyelinap menjadi penumpang gelap sampai Bandara Soekarno-Hatta.

“Semua itu menjadi catatan hitam dan merupakan indikasi kuat masih buruknya kinerja Menhub Ignasius Jonan,” papar Tulus.

Mantan anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta itu menambahkan, selama menjadi Menhub, Jonan juga telah berbuat tidak adil dan diskriminatif.
Dalam kasus Lion Air, tandas Tulus,

Menhub kurang bergigi. Terhadap kasus AirAsia, Jonan begitu gagah berani.
“Sayang, dalam kasus kasus delay Lion Air, Menhub bertindak bak “ayam sayur”,” tegas Tulus.(helmi/awe)

loading...