Angkasa Pura 2

Ada 30.621 Laporan Kehilangan Barang Berharga di Bagasi Penumpang Pesawat di AS

BandaraSelasa, 14 April 2015
2015-04-14 20.28.53

Di dalam pesawat di Bandar Udara Internasional Miami, Amerika Serikat, seorang petugas dapat dengan leluasa mengambil barang dari tas-tas penumpang. Sayangnya, ia tidak menyadari bahwa sebuah kamera tersembunyi sedang mengintainya.

Seperti dilansir CNN, Senin (13/4), kamera tersebut sengaja dipasang oleh Kepolisian Miami-Dade dalam rangka investigasi pencurian barang bagasi oleh petugas bandara yang belakangan kerap terjadi.

“Ini adalah masalah yang kami semua hadapi. Kami akan terus berupaya hingga kami dapat mengklaim bahwa pencurian dari dalam koper menurun,” ujar Letnan Pete Estis.

Masalah ini tidak hanya terjadi di Miami, tetapi juga di beberapa bandara AS lain. Merujuk pada data Badan Keamanan Transportasi AS (TSA), pada periode 2010-2014 terdapat 30.621 laporan kehilangan barang berharga yang sebagian besar terjadi di tempat pemeriksaan bagasi. Total kehilangan tersebut diperkirakan mencapai nilai US$2,5 juta atau setara Rp32,5 miliar.

Bandara John F. Kennedy di New York menempati peringkat teratas laporan kehilangan. Kejadian paling serius terjadi pada 2013.

Kamera pengintai dalam El Al Airlines menunjukkan petugas bagasi mencuri barang-barang berharga dari koper penumpang saat sebuah pesawat menuju Israel. Barang tersebut di antaranya adalah arloji Seiko seharga US$5 ribu, iPhone, iPad, kamera, cincin emas, dan uang tunai.

Enam orang dinyatakan bersalah atas tuduhan kepemilikan barang curian, sementara tujuh orang lainnya masih menjalani proses peradilan.

Terkuaknya kasus besar tersebut ternyata tak serta merta menghentikan pencurian bagasi di Bandara JFK. Pada 2014, pihak otoritas membekuk dua petugas bagasi mencuri dua tas rancangan desainer terkemuka dari sebuah koper. Mereka kemudian mencoba menjualnya di situs eBay.

Pada Desember, tujuh petugas bagasi diadili atas tuduhan pencurian barang berharga. Barang-barang tersebut dicuri dari koper penumpang yang melancoong dari Hawaii, Jepang, Johannesburg, London, Bangkok, Dubai, Milan, dan beberapa kota AS lain.

Di Miami sendiri tingkat pencurian barang di bagasi terus meningkat. Sejak 2012, polisi telah mencokok 31 petugas bagasi yang melakukan pencurian di bandara Miami.

Tak hanya di dalam pesawat, pencurian juga dilakukan di gedung bandara saat petugas keamanan sedang lengah.

“Ancaman orang dalam sangat mengerikan bagi kami di badan penegak hukum dan seseorang benar-benar mengambil telepon genggam, iPad, komputer, selanjutnya apa lagi?” tutur Estis.

Pihak kepolisian akan terus melakukan pemeriksaan intensif. Menurut Kepala Kepolisian Bandara Los Angeles, Patrick Gannon, jika tidak ditindak tegas, kasus ini akan menjadi sangat serius.

“Saya berpikir bahwa jika kami tidak memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi di sekitar sini, itu akan menjadi hal besar. Saya percaya ada hubungan antara pencurian bagasi dengan terorisme,” ucap Gannon. (cnn)