Angkasa Pura 2

Pemerintah Minta Calon Investor Bikin Studi Kelayakan KA Supercepat

EmplasemenSelasa, 14 April 2015
KA Super Cepat

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya kepada para investor yang berminat membiayai proyek pembangunan kereta super cepat. Proyek ini ditargetkan mulai dibangun pada 2019 mendatang.

“Silakan masing-masing calon investor berkompetisi membuat studi kelayakan. Sebab pemerintah tidak ingin mengandalkan hasil satu studi kelayakan saja,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof A Chaniago di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Andrinof mengatakan, pihaknya akan menilai berbagai hasil studi kelayakan yang dilakukan investor untuk kemudian ditentukan hasil kajian mana yang layak dipilih.

“Pemerintah nanti ang akan menentukan hasil kajian mana yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia,” kata dia.

Hingga hari ini setidaknya sudah ada dua investor yang menyatakan berminat membangun kereta super cepat di Indonesia. Kedua investor tersebut berasal dari Jepang dan China.

Investor Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) menyatakan akan segera melakukan studi kelayakan dengan menganggarkan dana sekitar 15 Juta Dolar AS. Investor dari China juga sudah menawarkan untuk studi kelayakan dengan jumlah dana yang belum disebutkan. (aliy)

loading...