Angkasa Pura 2

Tidak Ada “Matahari Kembar” di Polri

Aksi PolisiRabu, 15 April 2015
Badrodin haiti

JAKARTA (beritatrans.com) -Jika DPR menyetujui usulan Presiden Jokowi dan mengangkat Komjen Badroeddin Haiti menjadi Kapolri dan berpasangan dengan Wakapolri Budi Gunawan (BG) aan menjadi angin segar bagi institusi Polri dan rakyat Indonesia.

“Yang lebih penting adalah intitusi Polr harus segera mempunyai pemimpin atau Kapolri yang definitif. Dengan begitu, lembaga penegak hukum itu bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara optimal,” ujar Ketua Presidium Indoneesia Police Watch (IPW) Neta Pane di Jakartam Rabu (15/4/2015).

“Keduanya justru akan meningkatkan soliditas institusi kepolisian karena duet kepemimpinan Polri dipegang Akpol 82 (Haiti) sebagai Kapolri dan Akpol 83 (BG) sebagai wakilnya,” kata Neta.

IPW menilai, kalau ada pihak-pihak yang menuding akan terjadi “matahari kembar” atau dualisme kepemimpinan Polri, jika Haiti berpasangan dengan BG, adalah pihak-pihak yang tidak paham dengan karakter organisasi dan institusi Polri.

Selama ini, lanjut dia, setiap ada suksesi kepemimpinan di Polri memang terjadi tarik menarik. Tapi setelah Kapolri defenitif terpilih, semua yang terlibat tarik menarik akan tiarap, untuk kemudian ikut membangun konsolidasi institusi. Sebagian lagi yang tidak ikutan hanya merunduk.

“Dengan tipe kepemimpinan duet Haiti dan BG akan sulit terjadi “matahari kembar”. Sebab masing-masing punya karakter. Haiti punya karakter yang tegas dan pemberani,” kata Neta.

Menurut dia, saat menjadi Kapolsek Surabaya Timur, Haiti berani menangkap La Nyalla tokoh ormas yang paling ditakuti di Jatim. Begitu juga saat menjadi Kapolda Banten, Haiti menangkap kakak kandung Ratu Atut yang kemudian tewas ditahanan karena sakit.

Padahal saat itu, Haji Tb.Hasan ayah Atut masih hidup dan sangat ditakuti di Banten. Akibat kasus itu, Polda Banten dikepung para pendekar bersenjata tajam dan Haiti dengan tegas mengatakan, jika ada yang berani masuk ke Polda akan ditembak. Akhirnya para pendekar itu ciut nyali.

“Haiti pula yang berani mengeksekusi Tibo di Poso. Haiti satu satunya jenderal polisi saat ini yang pernah empat kali menjadi Kapolda,” tambah Neta.

Sementara BG adalah tipe jenderal yang loyal dengan atasan dan institusi. Selama ini BG banyak membantu sejumlah Kapolri dalam
membuat konsep perubahan di Polri. BG juga banyak membantu sejumlah Kapolri untuk membangun lobi ke legislatif maupun ke pemerintahan.

BG adalah Komjen paling senior karena dia yang pertama menyandang pangkat Komjen dibanding semua Komjen yang ada di Polri saat ini. Loyalitas yang ditunjukkan BG selama ini tidak akan mungkin membuatnya mau mengintervensi Haiti yang memang tidak bisa diintervensi.

Ketiga terjadi krisis kepemimpinan di Polri pasca dicopotnya Kapolri Sutarman dan adanya manuver KPK menjadikan BG sebagai tersangka, BG yang mengusulkan ke Presiden Jokowi agar Haiti menjadi Plt Kapolri.

“Dengan fakta-fakta itu tidak akan mungkin terjadi “matahari kembar” di Polri. Yang ada, Haiti dan BG akan saling bersinerji. Sebab sejak awal keduanya memang sudah bersinerji,” tadas Neta.(helmi)

loading...