Angkasa Pura 2

Tommy: Pelaut Indonesia Harus Penuhi Hukum Internasional

SDMKamis, 16 April 2015
IMG_20150416_080938_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Indonesia sebagai anggota IMO (International Maritime Organization) harus mengikuti ketentuan internasional, termasuk di bidang sumber dana manusia (SDM). Konsekuensinya, Indonesia harus mengikuti ketentuan STCW 95 -2010 atau dikenal dengan Konvensi Manila.

“Seluruh pelaut Indonesia harus memenuhi ketentuan international itu. Jika tidak, mereka tak akan bisa naik kapal di luar negeri,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo di Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Implikasi dari semua itu, lanjut dia, seluruh pelaut lulusan sekolah di bawah BPSDM Perhubungan dan sekolah lain di Tanah Air harus memenuhi ketentuan international itu.

“Indonesia sebagai anggota IMO harus memenuhi syarat dan ketentuan itu,” jelas Tommy dalam wisuda perwira pelayaran niaga STIP Jakarta tersebut.

Konsekuensinya, kata dia, seluruh proses pendidikan baik, tenaga penguji, alat peraga atau simulator dan lainnya harus memenuhi ketentuan IMO.

“Pelaut wajib mengikuti ketentuan hukum nasional dan international. Jika tidak, konsekuensinya ijazah dan kemampuan kita tak akan diakui atau diterima bekerja di kapal asing bahkan di kapal nasional,” sebut Tommy.

Saat ini, seluruh lembaga pendidikan pelaut di bawah BPSDM Perhubungan sudah comply aturan IMO. Termasuk pendidikan dan latihan bagi pelaut yang akan meningkatkan ratting dan kemampuannya.

“Saat ini, sekolah kita siap menggelar diklat sesuai ketentuan STCW 95-2010. Seluruh lulusan kita juga sudah comply aturan IMO. Tapi harus diingat, syarat dan ketentuan yang berlaku di dunia international,” sebut Tommy.

Selalu pelaut Indonesia termasuk lulusan STIP Jakarta menurut Tommy harus cepat tanggap dan dinamis sekaligus terus mengasah dan meningkatkan kemampuan teknis sebagai pelaut.

“Kemajuan iptek dan tuntutan serta aturan di bidang keselamatan pelayaran makin tinggi. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa, keselamatan dan nyawa manusia menjadi prioritas dalam industri pelayaran,” tegas Tommy.(helmi)

loading...