Angkasa Pura 2

Jaga Daya Saing Indonesia, Menteri Susi Tolak Investor Vietnam

Kelautan & PerikananSabtu, 18 April 2015
Susi

JAKARTA (beritatrans.com) – Setelah melarang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengekspor bibit atau benih ikan kerapu dan lobster ke nagara-negara tetangga dan Asia, kini Menteri Susi menolak investor dari negara-negara tetangga untuk investasi budidaya kerapu dan lobster di Indonesia.

Salah satu negara tetangga yang berminat investasi budi daya bibit ikan kerapu dan lobster di Indonesia adalah Vietnam. Tetapi Menteri Susi dengan tegas menolak keinginan investor Vietnam tersebut.

“Dulu mereka hanya ekspor 300 ton, sekarang sudah ekspor sampai 1.000 ton. Bibitnya dari Indonesia? Tentu tidak boleh,” kata Susi.

Menurut Susi bila mereka diizinkan berinvestasi di Indonesia maka akan menjadi pesaing Indonesia dalam bisnis serupa. Sehingga akan membuat daya saing bibit kerapu dan lobster Indonesia jadi lemah.

Dengan alasan itu juga Susi melarang UPT-UPT ekspor bibit budidaya kerapu dan lobster.

“Lebih baik mereka lepaskan saja ke laut, toh yang menangkap juga nanti nelayan-nelayan Indonesia,” kata Susi.

Jika ekspor bibit budidaya bibit tersebut dilakukan, maka selain akan menjadi kompetitor juga ketahanan pangan dan swasembada ikan tidak akan tercapai.

“Saya melakukan ini agar competitiveness Indonesia bisa berjalan di pasar internasional. Jika kita menjual bibit ke nagara-negara tetangga, maka pangsa pasar Indonesia akan diambil mereka. Sementara bibitnya dari Indonesia. Sehingga mereka yang akan lebih banyak ambil keuntungan. Ini tugas kita untuk menjaganya agar jangan sampai terjadi,” tutur Susi. (aliy)