Angkasa Pura 2

Fitra: Kaji Ulang Kebijakan Utang Luar Negeri Indonesia

Another NewsMinggu, 19 April 2015
Yenny Sucipto1

JAKARTA (beritatrans.com) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memikirkan dan mengkaji ulang kebijakan-kebijakan penarikan utang Pemerintah, terutama utang luar negeri. Utang apalagi dari luar negeri hanya menambah beban rakyat kecil, bahkan mereka yang belum lahir sudah dibenani utang.

“Data Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyebutkan, utang Indonesia per 2014 sudah mencapai Rp2.800 trilun. Beban utang yang besar ini akan berdampak pada kesejahteraan rakyat dan kedaulatan indonesia,” kata sekjen Fitra Yenny Sucipto pada beritatrans.com di Jakarta, Minggu (19/4/2015).

Dikatakan, kebijakan menambah utang luar negeri ini sangat bertentangan dengan janji kampanye Pilpres dulu. Tahun 2014 lalu, Jokowi berjanji akan mengurangi penarikan utang luar negeri (LN).

Di saat rakyat dituntut untuk memberikan kontribusi lebih, dalam APBN-P 2015 melalui berbagai pungutam pada negara. “Apapun namanya, semua akan menambah beban rakyat,” terang Yenny.

Dia menambahkan, banyak tambahan beban utuk rakyat. Misalnya, target pajak pertambahan nilai (PPN) tinggi, pajak bumi dan bangunan (PBB) dan badan layanan umum (BLU) rumah sakit (RS) yang tinggi pula.

“Semua itu harus ditanggung rakyat, padahal pendapatan mereka tak naik bahkan berkurang dari hari ke hari,” tandas Yenny.(helmi)