Angkasa Pura 2

Larang Mudik Lebaran Dengan Sepeda Motor!

KoridorSenin, 20 April 2015
ARUS MUDIK MOTOR

JAKARTA (beritatrans.com) -Angkutan penumpang dan barang menggunakan sepeda motor harus memperhatikan faktor keselamatan. Selama ini, pengguna sepeda motor paling banyak menjadi korban kecelakaan di jalan raya.

“Menjelang musim Lebaran 2015, sebaiknya pemerintah melarang pemudikk menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak sedang dan jauh,” kata pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno pada beritatrans.com, Senin (20/4/2015).

Dikatakan moda kendaraan itu (sepeda motor) sangat rawan kecelakaan. “Sepeda motor juga tidak didesign untuk kendaraan jarak sedang dan jauh, seperti pulang mudik Lebaran,” jelas Djoko.

Menurutnya, lebih baik tidak mudik ketimbang tidak kembali setelah mudik. “Apa artinya mudik Lebaran jika tidak selamat atau bahkan meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan,” jelas Djoko.

Pasal 10 PP 74/2014 tentang Angkutan Jalan, papar Djoko, persyaratan teknis sepeda motor, meliputi (a) muatan memiliki lebar tidak melebihi stang kemudi, (b) tinggi muatan tidak melebihi 900 mm dari atas tempat duduk pengemudi, dan (c) barang muatan ditempatkan di belakang pengemudi.

“Jadi, sepeda motor mesti dilarang digunakan untuk mudik Lebaran. Kendaraan tersebut bukan kendaraan bermotor yang berkeselamtan untuk mobilitas jarak sedang dan jauh,” tegas Djoko.(helmi)

loading...