Angkasa Pura 2

Selesai 2016, Ini Harga Tiket KA Bandara Soetta

EmplasemenSenin, 20 April 2015
Kurniadi_Atmosasmito

JAKARTA (beritatrans.com) -Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Kurniadi Atmosasmito proyek kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta akan selesai dibangun dan dioperasikan. Kini tengah dihitung berapa harga tiket yang ideal untuk sekali jalan menuju Bandara Soetta itu.

Harga tiket ada di kisaran harga di atas Rp 80.000. “Mengenai tarif memang kita ada penyesuaian. Perkiraan kita awalnya dulu sekitar Rp 80.000 sekali naik, tetapi akan sedikit ada kenaikan,” ujar Kurniadi seusai penandatanganan fasilitas pinjaman kredit dari empat Bank kepada PT KAI dan PT Railink, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Seperti dikutip kompas.com, Kurniadi mengatakan, naiknya harga tiket itu lantaran adanya akusisi tanah yang dilakukan PT KAI di jalur KA bandara tersebut.

“Bukan karena harga tanahnya, melainkan karena luasan tanahnya yang akan dibebaskan KAI,” kata dia.
Sementara itu, Direktur PT Railink Heru Kuswanto justru langsung menyebut angka Rp 100.000 untuk harga tiket KA Bandara Soekarno-Hatta.

Senada dengan Atmosasmito, menurut dia, harga tiket itu naik dari perhitungan awal sebesar Rp 80.000 lantaran adanya pembebasan lahan.
Pembangunan KA Bandara Soekarno-Hatta sendiri pada tahun ini akan dilakukan dari Stasiun Batu Ceper ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 12,1 km.

Proyek jalur KA bandara ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Perpres No 83 Tahun 2011 tanggal 24 November 2011 tentang penugasan kepada PT KAI (Persero) untuk menyelenggarakan prasarana dan sarana KA Bandara Soekarno-Hatta dan jalur lingkar Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.

Nantinya, KA bandara akan beroperasi dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta melewati Stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian. Total jarak yang dilintasi adalah sepanjang 36,3 km, yang terdiri dari 24,2 km jalur existing dan 12,1 km jalur baru.

Proyek pembangunan KA bandara dilakukan oleh PT KAI dalam hal pembangunan prasarana infrastruktur, antara lain berupa pengadaan lahan, signaling, listrik aliran atas, dan pembangunan stasiun di luar kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Sementara itu, PT Railink mendapat tugas pengerjaan penyediaan sarana kereta bandara.(hel/awe)