Angkasa Pura 2

25 Karyawan DAMRI Ikuti Diklat Pengemudi Cerdas di PKTJ Tegal

Koridor SDMSelasa, 21 April 2015
damri aglomerasi

JAKARTA (beritatrans.com) – Program pendidikan dan latihan (diklat) untuk pengemudi cerdas yang digelar Badan Pengemangan SDM Perhubungan sudah mulai dilakukan. Sebanyak 50 tenaga pengemudi muda, Senin (20/4/2015) mulai masuk diklat di PKTJ (Politenik Keselamatan dan Transportasi Jalan) Tegal. Sebanyak 25 pengemudi dari DAMRI dan sisanya dari Perum PPD (Pngangkutan Penumpang Djakarta).
 
Direktur Administrasi dan SDM Perum DAMRI Sadiyo Sardi mengatakan, pihaknya mengirimkan 25 tenaga pengemudi untuk ikut diklat di PKTJ itu. ”Mereka adalah pengemudi pilihan dari berbagai daerah seperti Medan, Jakarta,  Surabaya dan Maassar,” kata Sadiyo lagi.
 
Mereka akan emngikuti program diklat selama tujuh minggu, dengan biaya dari APBN khususnya DIPA Badan Pengembangan SDM Perhubungan. ”Selama pendidikan mereka tetap digaji dari DAMRI. Selaon itu juga mendapatkan uang saku dan uang makain serta kebutuhan lain dari BPSDM Perhubungan,” lanjut dia.
 
Para pengemudi tersebut, setelah diklat akan dikembalikan ke daerah masing-masing. ”Mereka itu dipsersiapkan untuk mengoperasikan bus bantuan dari pemerintah yang totalnya mencapai 1.000 bus tersebut. Bus bantuan tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari program perbaikan pelayanan angkutan umum di daerah di seluruh Indonesia,” tukas Sadiyo.
 
Sebelumnya, Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, pihaknya mendapatkan tugas dari negara untuk mendidik 1.000 pengemudi cerdas serta teknisi yang akan mendukung mengoperasikan 1.000 bus bantuan untuk seluruh daerah di Indonesia.
 
”Program diklat pengemudi cerdas itu akan dilaksanakan di berbagai kampus,s eperti STTD Bekasi, PKTJ Tegal, BP2TD Bali dan lainnya. Mereka akan mendidik pengemudi cerdas yang direkrut dari daerah termasuk karyawan DAMRI dan PPD,” tegas Tommy.
 
”Setelah diklat, mereka akan dikembalikan ke daerah masing-masing, termasuk oara teknisinya. Jadi, pemerintah akan meluncurkan 1.000 bus bantuan berikut pengemdui dan teknisinya. Jadi bus bantuan tersebut harus dipastikan bisa beroperasi untuk melayani masyarakat di daerah,” tegas Tommy.(helmi)

loading...