Angkasa Pura 2

Sekjen Kemenhub: Pelaku Usaha Agar Atraktif Merebut Pasar ASEAN

KoridorRabu, 22 April 2015
IMG_20150422_103554

SURABAYA (beritatrans.com) – Pertemuan ASEAN Transport Facilitation Working Group (TFWG) semestinya dipahami sebagai bagian dari peluang bagi pebisnis dan kalangan dunia usaha Indonesia, termasuk perusahaan jasa transportasi, untuk kompetitif di market ASEAN.

“Karena ASEAN TFWG amat terkait dengan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), yang membuka peluang bagi dunia usaha untuk ekspansi pasar di level regional Asia Tenggara, bahkan hingga China, Jepang, dan Jerman karena ketiga negara itu menjadi mitra dalam ASEAN TFWG,” tegas Sekjen Kementerian Perhubungan (Kememhub) Santoso Eddy Wibowo seusai membuka peetemuan ASEAN TFWG, Rabu (22/4/2015).

Pembukaan pertemuan, yang dihadiri 100 peserta, itu dihadiri pula Walikota Surabaya Dr. Ir. Tri Rismaharini, MT, dan Staf Ahli Menteri Perhubungan Sugihardjo.

Menurut Santoso Eddy Wibowo, untuk menyambut peluang market lebih besar itu dibutuhkan berbagai agenda korporasi dalam hal bisnis, terutama meningkatkan kepatuhan dalam regulasi, meingkatkan kompetensi SDM dan sarana transportasi yang mengikuti dinamika kebutuhan pasar.

“Jadi jangan diam menghadapi pasar ASEAN. Tingkatkan berbagai kompetensi dan skill menghadapi MEA,” tegas mantan Dirjen Perhubungan Udara dan Kepala BPSDM Perhubungan Kemenhub itu.

IMG_20150422_103559

Staf Ahli Menhub, Sugihardjo, menambahkan peluang pasar itu menjadi semakin seksi karena dalam pertemuan itu selain membahas persoalan – persoalan regulasi, juga didesain kesepakatan untuk menghilangkan hambatan tarif.

“Proteksi negara dalam bentuk tarif dihilangkan. Tarif diserahkan kepada mekanisme pasar. Faktor demand dan supply berperan tunggal di koridor market,” cetusa mantan Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat tersebut. (awe).