Angkasa Pura 2

PKTJ Tegal Gaet Pemda Jaring Taruna Program Pembibitan

SDMJumat, 24 April 2015
ACHMAD WILDAN2

JAKARTA (beritatrans.com) -Politeknik Keselamatan dan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal menjajaki kerja sama dengan berbagai Pemerintah Daerah (Pemda) tertinggal dan daerah terdepan Indonesia untuk membangun sumber daya manusia (SDM) bidang transportasi darat.

“Kondisi SDM di daerah tertinggal dan terdepan Indonesia masih memprihatinkan khususnya di bidang transportasi darat. Kita terpanggil untuk bersama-sama mendidik dan menyiapkan putra-putri daerah tersebut khususnya di bidang transportasi darat,” kata Pembantu Direktur I PKTJ Achmad Wildan pada beritatran.com di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, PKTJ mulai menjalin komunkasi untuk bekerja sama dengan sejumlah Pemda. Intinya, PKTJ ingin membantu menyiapkan SDM di daerah sesuai kebutuhan di lapangan.

“PKTJ menyiapkan satu kelas untuk program pembibitan ini. Makanya kita aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah daerah untuk menyiapkan SDM profesional di bidang transportasi darat itu,” papar Wildan.

Beberapa daerah yang sudah di-lobby dan menjalin komunikasi untuk ikut program pembibitan ini antara lain, menurut Wildan, antara lain Pemkab Kapuas Hulu dan Putussaibu Kalimantan Barat. “Selain itu masih ada beberapa pemkab di Tanah Air yang sedang dijajaki PKTJ untuk bersama-sama mendidik SDM di bidang transportasi,” kata Wildan.

Dia menambahkan, PKTJ Tegal adalah mendidik dan menyiapkan SDM di bidang transportasi darat. “Komptensi kita di bidang transportasi darat. Hal itu sesuai dengan kondisi SDM d daerah terutama yang berbatasan dengan negara asing asih cukup memprihatinkan bahkan belum ada,” jelas Wildan.

Dalam seleksi penermaan calon taruna (sipencatar) tahun 2015, PTKJ akan menerima tiga kelas masing-masing 25 taruna atau totalnya 75 orang. Jumlah itu akan ditambah satu kelas lagi dari progam pembibitan bersama pemda itu.

“Putra-putri daerah tertinggal dan terdepan kalau harus ikut sipencatar umum berat. Oleh karena itu, mereka disiapkan melalui program pembibitan itu. Intinya, putra daerah tertinggal bisa ikut belajar di PKTJ dengan biaya yang ditanggung daerah masing-masing,” tegas Wildan.(helmi)