Angkasa Pura 2

Rusia Geber Investasi Pelabuhan, Galangan Kapal dan Kereta Api di Indonesia

Dermaga EmplasemenJumat, 24 April 2015
B5E69Y_468

MOSKOW (beritatrans.com) – Dalam Sidang Komisi Antarpemerintah Rusia dan Indonesia di Kazan, Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov menyatakan, omzet perdagangan antara Rusia dan Indonesia kini mencapai nilai 2,5 miliar dolar AS.

Transaksi perdagangan itu terbilang minim bila dibandingkan dengan omzet perdagangan Indonesia secara keseluruhan mencapai 200 miliar dolar AS.

Untuk meningkatkan target omzet pada 2016, RBTH Indonesia memberitakan perusahaan-perusahaan Rusia berencana ikut serta dalam pembangunan pelabuhan-pelabuhan laut di Indonesia.

Dalam waktu dekat, Pemimpin Perusahaan Serikat Galangan Kapal Rusia (OSK), yang merupakan perusahaan BUMN terbesar di Rusia, Aleksey Rakhmanov akan berkunjung ke Indonesia.

Ketua Delegasi Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil, mengatakan bahwa Rusia harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan asal Tiongkok dan Korea Selatan dalam sektor pembangunan kapal di kawasan Asia Pasifik.

Namun, OSK diyakini mampu mendapatkan pangsa pasarnya sendiri. Selain itu, untuk mengembangkan investasi bersama antara Indonesia dengan Rusia, kedua negara akan membuat suatu komisi gabungan.

AKSI BERSAMA
Manturov menyebutkan, proyek-proyek yang diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan omzet perdagangan kedua negara antara lain pendirian pabrik pengolahan bauksit dan aluminium oleh perusahaan Rusal di Kalimantan Barat, pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur oleh perusahaan kereta api Rusia RZhD, dan pembangunan pabrik pengolahan bijih nikel di Sulawesi oleh perusahaan Vi Holding. “Kami juga siap bekerja sama dalam memusatkan produksi kami, termasuk perusahaan kimia penghasil pupuk mineral,” kata Manturov. “Dalam hal ini, perusahaan Uralkaliy sudah mencapai kesepakatan dengan perusahaan Indonesia,” katanya menambahkan.

EKONOMI RUSIA
“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memberikan peluang bagi sistem navigasi global Rusia GLONASS,” terang Ketua Asosiasi Perdagangan Indonesia Rusia Mikhail Kuritsyn dalam Sidang Komisi Antarpemerintah Rusia dan Indonesia. “Tidak seperti negara-negara lainnya, Indonesia telah membuka peluang bagi pengembangan industri aviasi dan pembangunan kapal sekaligus,” kata Kuritsyn. Dengan demikian, hal tersebut akan memberikan peluang tambahan bagi para perusahaan pembangunan kapal dan pesawat terbang di Rusia.

TRANSAKSI RUPIAH
Selain pemusatan produksi, pemerintah Rusia berharap dapat melakukan pengiriman gas alam cair atau LNG ke Indonesia dan mulai melakukan peralihan pembayaran dengan menggunakan mata uang nasional. “Kami telah melakukan transaksi serupa (menggunakan mata uang nasional) dengan India dan Tiongkok. Selain itu, kamu juga telah berdiskusi dengan Thailand dan Vietnam untuk melakukan hal serupa. Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat nilai mata uang nasional kedua belah pihak,” terang Manturov. (agus w).

Sumber:

http://m.indonesia.rbth.com/economics/2015/04/14/kejar_target_kenaikan_omzet_perdagangan_dengan_indonesia_rusia_siap_27443.html