Angkasa Pura 2

KKP: Pengembangan Vokasi Pendidikan Kelautan dan Perikanan 70% Praktik

Kelautan & Perikanan SDMRabu, 29 April 2015
Kapal KKP

SURABAYA (beritatrans.com) -Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM yang andal untuk semua pelaku pembangunan di sektor kelautan dan perikanan, diperlukan pengembangan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Penyelenggaraan pendidikan tersebut, menggunakan sistem pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory yang dilengkapi sarana dan prasarana modern setara Dunia Usaha dan Dunia Industri sesungguhnya. Bahkan, memiliki porsi 70 persen praktik dan 30 persen teori untuk pendidikan menengah,” kata Kepala BPSDM KP, Suseno Sukoyono, melalui siaran pers, kemarin.

Lalu, kata Suseno, untuk pendidikan tinggi diterapkan 60 persen praktek dan 40 persen teori. Indonesia membutuhkan SDM kelautan dan perikanan yang profesional dalam jumlah besar.

Mengenai perekrutan peserta didik, kata Suseno, mereka terdiri dari 40 persen anak pelaku utama kelautan dan perikanan (nelayan, pembudi daya dan pengolah ikan, serta petambak garam).
Berikutnya, 40 persen masyarakat umum dan 20 persen mitra kerja sama.

Satuan pendidikan itu meliputi sembilan Sekolah Usaha Perikanan (SUPM) yang masing-masing di Aceh, Pariaman, Kota Agung, Tegal, Pontianak, Bone, Kupang, Ambon, dan Sorong.

“Kemudian, tiga Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) dengan masing-masing di Sidoarjo, Bitung, dan Sorong. Ada pula STP yang menyebar di lima kampus yakni Jakarta, Bogor, Serang, Karawang, dan Wakatobi,” katanya seperti dikutip antara.

Para lulusannya, lanjut dia, tidak hanya memperoleh ijazah melainkan sertifikat keahlian. Seperti Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan, Ahli Teknika Kapal Penangkap Ikan, Good Aquaculture Practices atau Cara Budidaya Ikan yang Baik, Basic Safety Training, Manajemen Pengendali Mutu, Hazard Analysis Critical Control Poin, Sertifikat Pengolah Ikan, Amdal, dan Sertifikat Penyuluh Perikanan.

“Kami yakin, melalui FGD itu dapat menghasilkan rencana strategis pengembangan pendidikan vokasi dan pemetaan pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan KKP,” tegas dia.(hel/awe)

loading...