Angkasa Pura 2

Ubah Stigma Anarkhis, OP Tanjung Priok dan TKBM Rayakan MayDay di Ancol

Dermaga SDMJumat, 1 Mei 2015
Bay Hasani2

JAKARTA – Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Priok dengan dukungan instansi pemerintah terkait serta stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok menggelar perayaan Hari Buruh Sedunia (MayDay) Tahun 2015 di Taman Lumba-lumba, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Acara ini mengusung tema ”Dengan Semangat MayDay Mari Buruh TKBM Bersatu untuk Meningkatkan Produktifitas dan Kesejahteraan dalam rangka Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN”.

Sedikitnya 1.750 orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok dari 4 (empat) Serikat Pekerja yaitu Solidaritas Buruh Pelabuhan Indonesia (SBPI), Serikat Pekerja Maritim Indonesia (SPMI), Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), dan Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia (SPTKBMI).

Bay M. Hasani, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, penggagas dan penanggung jawab acara ini menyatakan, peringatan MayDay bagi TKBM di Ancol ini adalah untuk memberikan suasana baru dan merubah paradigma lama serta menghilangkan stigma perayaan hari buruh identik dengan kegiatan yang bersifat anarkis. “Hari buruh juga dapat dirayakan dengan rekreasi bersama keluarga” kata Bay.

Sejak ditetapkan 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional dengan Keputusan Presiden No.24/ 2013, peringatan hari buruh selalu dirayakan dengan pawai bersama dan konsentrasi massa yang sangat besar pada titik-titik tertentu di Jakarta.

“Hal ini tentunya membawa dampak negatif bagi masyarakat luas yang akan melakukan aktifitas sehari-hari seperti kemacetan dan kekhawatiran melalui ruas jalan tertentu. Belum lagi dampak lebih jauh bagi pelaku industri,” kata Bay Hasani.

Oleh karenanya, lanjut dia, inisiatif baik ini disambut dengan sangat optimis tidak hanya oleh TKBM tetapi juga stakeholder di Pelabuhan Tanjung Priok.

Tujuan perayaan MayDay ini menurut Bay, pertama, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran para TKBM bahwa dalam menyuarakan aspirasi dalam bentuk orasi tidak harus turun ke jalan tetapi dapat dilakukan dengan damai di tempat rekreasi seperti Ancol.

Kedua, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan menambah keakraban sesama TKBM yang tergabung dalam wadah Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Walaupun mengaku sangat senang dan optimis acara ini dapat berjalan dengan lancar dan damai, Bay tetap berkoordinasi dalam hal pengawalan dan pengamanan dari Polres Jakarta Utara, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, petugas pengamanan Ancol serta Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok.

“Untuk memudahkan pengawasan selama perayaan berlangsung dan menghindari adanya orang yang tidak berkepentingan menyusup, para peserta diberikan seragam berupa kaos dan topi,” tegas Bay.(helmi)