Angkasa Pura 2

Jasa Marga Butuh Rp9 Triliun Untuk Bangun Tol Solo-Ngawi-Kertosono

KoridorSabtu, 2 Mei 2015
jalan-tol

NGAWI (beritatrans.com) -Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Adityawarman optimistis bisa mendapatkan pinjaman dari perbankan untuk menutupi kekurangan dana. Pihaknya akan membangun jalan Tol Solo-Ngawi- Kertosono, investasi yang dibutuhkan dana sampai dari Rp9 triliun.

“Kami sudah sounding (menyuarakan) ke bank nasional. Harapan untuk dapat proyek ini sekitar Rp10 triliun. Kalau equity Rp 3 triliun, kan tinggal cari Rp7 triliun. Mereka (perbankan) tinggal bikin konsorsium,” ujar Aditya di Ngawi, Jawa Timur, Kamis (30/4/2015).

Seperti dikutip kompas.com, Tol Solo-Ngawi-Kertosono merupakan bagian dari rencana pembangunan Jalan Tol Trans-Jawa. Ruas ini terbagi dua yaitu Solo-Ngawi dengan panjang 90,1 kilometer dan Ngawi-Kertosono sepanjang 87,2 kilometer.

Aditya tidak khawatir bank akan menolak, karena perbankan memiliki banyak simpanan. Selama ini, proyek yang ditawarkan ke bank justru tidak banyak.

Optimisme Aditya bertambah tinggi karena pihak perbankan percaya terhadap Jasa Marga. Ia menuturkan, kepercayaan itu terbentuk karena Jasa Marga tidak pernah mengalami keterlambatan pelunasan pinjaman dari perbankan. 

Tak hanya itu, hingga kini Jasa Marga memiliki arus kas (cash flow) yang baik sehingga pendapatan per hari bisa mencapai Rp 20 miliar. Hal ini, kata dia, bisa menjadi jaminan kuat atas kepercayaan bank terhadap Jasa Marga.

Lelang kontraktor

Untuk membangun Tol Solo-Kertosono tersebut, Aditya mengaku saat ini sedang lelang kontraktor. Prosesnya diperkirakan tidak lama, yaitu sekitar 2 bulan.

“Kan desain sudah semua. Dokumen sudah siap. Nggak perlu lama. Kalau 6 bulan (lelang) itu kalau yang masih 0 besar,” kata Aditya.

Demikian halnya dengan Detail Engineering Design (DED) untuk Solo-Ngawi sudah mencapai 96 persen untuk jalan utama. Sisa 4 persen yang belum adalah pada gerbang tol. Sementara DED untuk Ngawi-Kertosono telah mencapai 86 persen.

Aditya berharap penyelesaian DED ini tidak akan mengganggu jadwal lelang kontraktor yang ditargetkan dalam dua bulan ini. Dengan demikian, pihaknya tinggal menyelesaikan DED untuk gerbang sambil proses lelang juga berjalan.

“Nanti (hasilnya) berbarengan dengan kontraktor, tinggal adendum saja. Gerbangnya kayaknya gini.
Tapi tidak signifikan dengan harga penawaran, paling lebih 3 persen,” jelas Aditya.(hel/awe)

loading...