Angkasa Pura 2

Bay M Hasani: Insya Allah, Buruh Pelabuhan Tanjung Priok Tak Mogok

Dermaga SDMMinggu, 3 Mei 2015
Bay Hasani2

JAKARTA (beritatrans.com) – Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Pelabuhan Tanjung Priok mengaku optimis tidak akan terjadi aksi pemogokan buruh atau tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua eksponen buruh di Pelabuhan Tanjung Priok. Koperasi TKBM sebagai pengelola TKBM di Pelabuhan Tanjung Priok juga menjamin anggotanya tak akan melakukan aksi mogok kerja. Insya Allah, aman,” cetus Kepala OP Tanjung Priok Bay M Hasani kepada beritatrans.com, Minggu (3/5/2015).

Sebelumnya beredar informasi mengenai seruan mogok seluruh buruh pelabuhan atau TKBM di pulau Jawa pada Senin 4 Mei 2015. Mereka tidak sejuju dengan Permenhub No.53 Tahun 2015 mengenai kewajiban operator atau pengelola TKBM untuk membentuk badan usaha.

Permenhub tersebut oleh sebagian eksponen buruh dikhawatirkan akan mematikan usaha para TKBM. Mereka akan menderita karena terancam tak bisa bekerja dan mencari nafkah di pelabuhan seperti yang telah dijalani selama ini.

Menurut Bay, Permenhub No.53 Tahun 2015 tersebut dimaksudkan untuk mempermudah melakukan pembinaan serta buruh juga mempunyai posisi tawar yang lebih kuat.

“TKM dikelola oleh badan usaha resmi, dan mereka bekerja dengan kontrak serta hak dan kewajiban yang jelas dan lebih baik,” tegas alumni STIP Jakarta itu.

Dikatakan, di pelabuhan terbesar di Indonesia itu kini tercatat ada 2.700 orang TKBM. Mereka dikelola oleh Koperasi TKBM meski para anggotanya berafiliasi di beberapa organisasi buruh di Tanah Air.

“Mereka itulah ujung topmbak pelayanan ke pengguna jasa khususnya di bidang bongkar muat barang dari dan menuju kapal di Pelabuhan Tanjung Priok,” papar Bay.

Ketua Koperasi TKBM, lanjut Bay, sudah menjamin besok (Senin, 4 Mei 2015-red) pelabuhan tetap beroperasi dan TKBM tak akan mogok. “Oleh karena itu, para pengguna jasa khususnya eksportir dan importir atau pemilik barang tak perlu khawatir, mereka akan tetap dilayani dengan baik,” jelas dia.

Bay dan OPPP

‎Untuk mengantisipasi mogok buruh di pelabuhan atau TKBM, papar Bay, pihak OP Tanjung Priok sudah mendapat jaminan dari pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok sebagai operator TKBM dan Serikat Pekerja yangg mewadahi buruh (TKBM).

“TKBM Pelabuhan Tanjung Priok tidak akan mogok terkait dengan terbitnya PM No.60 Tahun 2014 jo PM No.53 Tahun 2015. Sejak awal, kami sudah memberikan pemahaman kepada mereka khususnya pada pengurus Koperasi TKBM. Bahwa sesungguhnya Permenhub tersebut adalah sebagai trigger agar Koperasi TKBM lebih profesional dalam mengelola TKBM,” ujarnya.

Dengan komunikasi yang baik serta kerja sama semua pihak terkait di Pelabuhan Tanjung Priok, pihak OP Tanjung Priok optimis isu pemogokan buruh itu tak akan terjadi.

“Pemerintah bersama dunia usaha dan buruh TKBM sepakat menjadikan Pelabuhan Tanjung Pruiok tetap aman dan kondusif. Dengan begitu, mereka tetap bisa bekerja dengan baik sekaligus untuk menjamin kelangsung diri dan keluargnya,” tegas pejabat Kemenhub itu.(helmi/awe)

loading...