Angkasa Pura 2

Hotma Simanjuntak

BPSDM Perhubungan Siapkan Pengemudi dan Teknisi Andal di Tiga Kampus

Koridor SDMMinggu, 3 Mei 2015
Tommy STTD

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan sudah mulai menyiapkan pengemudi profesional untuk mengantisipasi pembagian 3.000 bus ke 34 Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia. Targetnya tahun 2015 ini mulai didistribusikan sebanyak 1.000 bus.

“Saat ini sudah dilakukan pendidikan dan latihan (diklat) pengemudi profesional di Politeknik Keselamatan dan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Bali,” kata Kapusbang SDM Perhubungan Darat BPSDM Perhubungan Hotma Simanjuntak pada beritatrans.com di kantor BPSDM Perhubungan Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, diklat serupa juga akan digelar di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi. “Pemerintah melalui APBN P tahun 2015 mengalokasikan untuk mendidik tengah pengemudi profesional dan teknisi di berbagai kampus. Tahun ini, kuotanya kita akan mendidik sekitar 750 orang. Nanti akan dibagi di tiga kampus sekolah transportasi darat itu,” jelas Hotma.

Menurutnya, diklat pengemudi dan teknisi profesional itu merupakan program pemerintah Jokowi-JK khususnya untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum di Tanah Air. “Pemerintahan Jokowi-JK dalam lima tahun ke depan akan memberikan 3.000 bus ke daerah. Selain bantun bus, juga akan disiapkan SDMnya baik pengemudi atau teknisi yang akan menangani mereka di lapangan,” tukas Hotma.

Hotma Simanjuntak

Sebelumnya, Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, Pemerintahan Jokowi-JK mencanangkan untuk memperbaiki angkutan umum di Tanah Air. Tahap awal, akan dibantu 3.000 bus ke seluruh pemda. Selain itu, juga disiapkan SDM-nya baik pengemudi atau teknisinya.

“Melalui program tersebut, diharapkan semua bantuan bus bisa sampai ke masyarakat dan bisa dioperasikan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, BPSDM Perhubungan mendapatkan tugas untuk menyiapkan SDM profesional yang akan mengoperasikan bus itu di daerah,” tandas Tommy.

“Bantuan bus pemerintah pusat itu jumlahnya mencapai 3.000 unit. Nanti akan disiapkan pengemudi yang profesional. Selain itu, juga teknisi andal dengan perbandingan lima bus satu teknisi. Jadi, harus dipoastikan semua bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN sampai ke rakyat dan dinikmati orang-orang yang berhak,” tegas Tommy.(helmi).