Angkasa Pura 2

Hadapi Arus Mudik Lebaran

Pemda Jawa Tengah Harus Siapkan Antisipasi Jitu

KoridorMinggu, 3 Mei 2015
IMG_20150430_122511

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Tengah bersama aparat keamanan harus mengantisipasi dan menyiapkan jalur mudik Lebran 2015 dengan baik, setelah pengoperasian Jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) menuju Pejagan. Perlu antisipasi jitu untuk menghindari kemacetan panjang serta korban kecelakaan di jalan raya di wilayahnya.

“Setelah jalan Tol Cikapali selesai dan dioperasikan menjelang Mudik Lebaran 2015 maka kemacetan arus mudik akan bergeser. Kalau sebelumnya emacetan parah terjadi di Cikampek, Subang-Indramayu, ke depan akan beralih mulai Pejagan, Brebes-Tegal-Pemalang dan selanjutnya,” kata pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno pada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Selesainya pembangunan Tol Cikapali memang akan memperlancar arus mudik Lebaran. Mulai dari Jakarta sampai Jawa Tengah terutama Brebes bisa ditempuh lebih cepat melalui tol. “Tapi yang perlu diwaspadai, setelah keluar tol Pejagan, mau dialihkan kemana para pemudik terutama yang menggunakan kendaraan pribadi? Mereka harus diantisipasi jangan sampai memicu masalah saat hari H tiba,” jelas Djoko.

Sudah menjadi rahasia umum, lanjut dia, musim mudik Lebaran pasti jalanan akan macet. Pasalnya, antara kapasitas jalan dengan volume kendaraan yang melintas tidak seimbang. “Kalau jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan, pasti akan macet. Kondisi itu yang perlu diantisipasi jangan sampai memicu masalah social apalagi tindak kriminal di masyarakat,” papar Djoko.

Sebagai warga masyarakat, menurut Djoko, pihak berharap pemerintah daerah khususnya di Jawa Tengah segera berbenah diri. Siapkan jalur-jalur alternative yang baik. Selain itu juga terus membenahi dan memperkuat angkutan umum di daerah.

“Jika ada angkutan umum yang baik di daerah, animo masyarakat mudik dengan mobil pribadi akan berkurang. Paling tidak, jika mereka sampai di kampung bisa naik angkutan umum yang ada. Selaoin tidak menambah kemacetan juga ikut memberdayakan ekonomi di daerah khususnya usaha angkutan umum,” tandas Djoko.

Ketua MTI Jawa Tengah itu menambahkan, Pemda seperti Jawa Tengah aratu daerah lain yang dilintasi arus mudik harus berfikir positif. “Sukseskan arus mudik, benahi infrastruktur yang ada. Implikasinya akan membuka lapangan kerja baru di daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya juga,” tegas Djoko.(helmi)

loading...