Angkasa Pura 2

YLKI : Mudik Gratis Lebaran Harus Lebih Baik

KoridorSenin, 4 Mei 2015
Mudik Gratis_lebaran

JAKARTA (beritatrans.com) -Angkutan mudik Lebaran gratis yang diselenggarakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) serta beberapa badan usaha di Tanah Air sangat bagus dan meringankan beban rakyat kecil, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan sepeda motor di jalan raya selama arus mudik. Jika banyak sepeda motor yang diangkut gratis bersama pemudik, volume penggunaan sepeda motor untuk mudik Lebaran makin kecil.

Tapi mudik gratis itu bukan berarti tanpa masalah. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memberikan catatan kritis mengenai pelaksanaan mudik gratis yang belum semua sesuai harapan masyarakat. “Bukan tidak mungkin justru bermasalah bahkan merugikan masyarakat kecil,” kritik Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi saat dihubungi beritatrans.com di Jakarta, Senin (4/5/2015).

Hasil pemantauan YLKI selama arus mudik Lebaran beberapa tahun terakhir, lanjut dia, sering terjadi kendaraan datang terlambat dan pemudik menjadi terlantar. “Bus mudik gratis sering mogok di jalan atau armada yang kurang memenuhi syarat kelaikan jalan,” jelas Tulus dalam presentasi mengenai angkutan Lebaran di Jakarta itu.

Selain itu, terang dia, penumpang mudik gratis juga tidak diasuransikan. Kondisi tersebut sangat riskan dan berpotensi merugikan masyarakat kalau sampai terjadi kecelakaan di jalan. “Kalau sampai terjadi kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab? Tapi, semoga kasus itu tidak terjadi,” papar Tulus.

Dan satu lagi yang sering dikritik DPP Organda, tambah YLKI, mudik gratis bisa mematikan usaha angkutan umum. “Selama ini, load factor angkutan umum darat khususnya sudah rendah. Kalau saat Lebaran banyak mudik gratis, maka potensi pendatapan angkutan umum AKP khususnya semakin kecil,” tandas Tulus.

“Beberapa catatan YLKI ini perlu dipikirkan bersama, sekaligus dicarikan solusinya yang terbaik. Bagaimana mudik gratis tetap ada khususnya untuk masyarakat kecil. Tapi, kelangsungan usaha angkutan umum tetap terjaga,” tegas Tulus.(helmi)