Angkasa Pura 2

Jokowi Resmikan Kampus Milik PT Pelindo II Pertanda Buat Lino dan Jonan Di Kabinet?

Figur SDMRabu, 6 Mei 2015
lino dan jonan

JAKARTA (beritatrans.com) – Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meresmikan IPC Corporate University, universitas milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) II, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/5/2015), sekilas hanya menimbulkan kesan bahwa presiden peduli terhadap pendidikan sekaligus menggenjot sektor maritim.

Namun peristiwa peresmian kampus oleh Jokowi itu menjadi menarik bila dikaitkan dengan isu reshuffle kabinet alias pergantian menteri, yang akhir-akhir kencang diperbincangkan di tataran publik. Sebelumnya, JK mengungkapkan bahwa Istana akan melakukan reshuffle untuk memperbaiki kinerja Kabinet Kerja. “Ya, tentu dalam waktu kedepan ini lah,” kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta.

JK menjelaskan perombakan kabinet dirasa perlu mengingat dibutuhkannya kinerja yang mumpuni untuk mengintensifkan program kerja Jokowi-JK.

Isu reshuffle menjadi makin kuat seiringan dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) telah bersepakat untuk mengusulkan agar Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle terhadap sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Letnan Jenderal TNI (purnawirawan) Sutiyoso mengatakan, usul tersebut akan disampaikan kepada Jokowi dalam pertemuan pekan ini.

“Minggu ini kami akan bertemu dengan Presiden untuk menyampaikan usulan, tetapi waktu belum pasti. Menunggu jadwal Presiden,” kata Sutiyoso, Senin malam (4/5).

KETERKAITAN
Bisa jadi analisis keterkaitan acara peresmian universitas milik BUMN itu terlalu mengada – ada bila dikaitkan isu reshuffle kabinet. Namun bila kita jeli maka akan membuka kemungkinan melihat ada benang merahnya.

Pertama, hanya peresmian kampus yang tergolong tidak besar saja mendorong Presiden Jokowi menyempatkan datang. Kalau kepedulian itu murni terhadap pendidikan, maka kita akan lihat apakah nanti peresmian kampus kepelautan milik BPSDM Perhubungan Kementerian Perhubungan di Padang dan Minahasa selatan, bakal juga diresmikan oleh Jokowi selaku presiden.

Kedua, ada kekuatan besar yang bisa membawa presiden untuk datang. Publik tahu bahwa ketika Jokowi – JK terpilih, sempat berhembus kuat isu bahwa Direktur Utama Pelindo II RJ Lino akan menjadi Menteri Perhubungan atau Menteri BUMN. Bahkan beberapa waktu sebelum pengumuman kabinet, Jokowi menyempatkan datang ke Pelabuhan Tanjung Priok dan ditemani RJ Lino. Selain itu, dalam kaitan pengumuman personel menteri, RJ Lino bersusah – payah menyiapkan lokasi di Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketiga, posisi RJ Lino tampaknya begitu dekat dengan Jokowi. Hal itu setidaknya tercermin dari pernyataan dalam sambutan Jokowi, yang menyebut nama Lino dan bukan jabatannya. Pernyataan tersebut sebagai berikut:

“Tadi disinggung Pak Lino bahwa nantinya di sini (IPC) akan dibangun gedung yang bisa kontrol sistem pelabuhan kita. Saya bayangkan bahwa kapal yang gerak dari Aceh atau Sumatera Utara mau ke Tanjung Priok, sudah diketahui dari sini, tidak harus gedung atau bangunan sistem itu di pelabuhan. Jadi tahu kapan sampai, jam berapa, menit berapa, detik berapa sampai di Tanjung Priok, bawa kontainer berapa, apa yang ingin dinaikkan,” katanya.

Ketiga, ada yang cukup mengherankan dengan acara peresmian kampus di Ciawi, Bogor, itu tidak dihadiri oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Padahal Kementerian Perhubungan merupakan pembina teknis dari sekolah transportasi sekaligus pembina teknis operator pelabuhan.

Yang hadir di acara itu justru Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan tentu saja Direktur Utama Pelindo II RJ. Lino.

Keempat, fakta – fakta tadi mengundang asumsi bahwa RJ Lino akan menduduki jabatan menteri di kabinet mendatang. Posisinya diperkirakan akan menggantikan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN atau Ignasius Jonan selaku Menteri Perhubungan.

Kelima, bila RJ Lino menggantikan Rini Soemarno maka posisi Jonan akan aman. Namun bila justru RJ Lino menjadi menteri perhubungan, maka kuat dugaan Jonan akan menempati posisi baru sebagai Menteri BUMN. Ignasisus Jonan akan tetap dipakai di kabinet, selain karena kinerja hebatnya membehani PT KAI, juga berani merombak total pejabat di Kementerian Perhubungan sekaligus menancapkan agenda birokrasi yang profesional,

Keenam, posisi Rini Soemarno memang tergolong genting karena termasuk dari tiga anggota kabinet pemerintahan Jokowo – JK, yang disorot oleh sejumlah kalangan, termasuk dari berbagai aliansi pendukung Jokowi – JK saat kampanye pemilu.
(agus wahyudin/direktur Institut MD9)

loading...