Angkasa Pura 2

Pertumbuhan Melambat, Indonesia Harus Genjot Sektor Industri

Another NewsRabu, 6 Mei 2015
Industri Perkapalan

JAKARTA (beritatrans.com) -Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan hingga 4,7% dibandingkan dengan kuartal pertama 2014 yang mencapai 5,14%. Semua harus disikapi dengan bijak dengan menggenjot sektor ekonomi yang memberikan nilai tambah besar.

“Lemahnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama ini memang sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, yakni perlambatan pertumbuhan pada sejumlah negara mitra dagang utama yang berakibat pada melambannya pertumbuhan ekspor Indonesia,” kata Direktur Core Indoneia Muhammad Faizal di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Namun, lanjut dia, perlambatan ini sepantasnya disikapi sebagai warning bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan dan memperkuat konsolidasi secara internal untuk mencegah berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya.

“Salah satu agenda mendesak yang perlu dilakukan adalah mendongkrak kinerja dan mempercepat peningkatan daya saing industri,” jelas Faisal yang juga ekonom muda itu.

Dalam siaran pers yang diterima beritatrans.com, Faisal mengatakan, Pemerintah saat ini telah menyusun Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035. Disamping itu, fasilitas peringanan pajak atau tax allowance yang baru juga akan mulai diberlakukan pada 6 Mei 2015 nanti sejalan dengan telah ditandatanganinya PP No. 18/2015.

“Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong penanaman modal asing dan domestik khususnya dalam sektor industri pengolahan. Pada saat yang sama, pemerintah juga tengah merancang peraturan baru yang mengatur penentuan standar KHL (Kebutuhan Hidup Layak) setiap lima tahunan, yang akan menjadi rujukan dalam penentuan Upah Minimum,” papar Faisal.(helmi)

loading...