Angkasa Pura 2

Tekan Dwelling Time, Kemenhub Akan Bentuk Crisis Center

DermagaKamis, 7 Mei 2015
IMG_20150503_100931

JAKARTA (beritatran.com) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan membentuk Crisis Center di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan pelabuhan utama lain di Indonesia. Lembaga tersebut berisi perwakilan seluruh instansi yang ada dan beroperasi di pelabuhan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang dan menurunkan dwelling time.

“Crisis Center itu dimaksudkan untuk mewadahi semua unsur di pelabuhan. Jika ada masalah, bisa langsung dikoordinasikan guna mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperlancar arus barang,” kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Capt.Bobby R.Mamahit saat ditanya hasil inspeksi mendadak (sidak) Menteri Perhubungan Ignasius Jonan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Menurutnya, tadi ke Palbuhan Tanung Priok mendampingi Menhub Ignasius Jonan cuma sidak. Tujuannya untuk memantau perkembangan program menurunkan dwelling time di pelabuhan. “Sudah ada peningkatan. Dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok sudah sekitar 5,7 hari. Target ita bisa turun ke kisaran 4 hari sehingga bisa menekan biaya logistik nasional,” kata Bobby lagi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk meninjau secara langsung kondisi dan pelayanan di pelabuhan terbesar di Indonesia itu. “Salah satunya untuk mengecek perkembangan dwelling time di pelabuhan,” papar alumni AIP angkatan 19 itu.

Seperti diketahu, biaya logistik nasional sekarang sekitar 24% dari PDB Indonesia. Jumlah itu yang tertinggi dibandingkan Negara-negara Asean. Salah satunya penyebabnya adalah masih tingginya dwelling tima di pelabuhan.

“Pemerintah melalui Kemenhub berusaha keras untuk menekan dwelling time dan memangkas habis biaya-biaya siluman yang memberatkan dunia usaha. Salah satu yang akan dilakukan dengan membentuk Crisis Center tersebut. Jika ada masalah bisa langkah alternative untuk menyelesaikannya,” tegas Bobby.(helmi)

loading...