Angkasa Pura 2

Gaji Pilot di Indonesia Rata-Rata Mulai Rp20 Juta Per Bulan

Kokpit SDMJumat, 8 Mei 2015
Tengku INACA

JAKARTA (beritatrans.com) -Pilot masih menjadi salah satu profesi yang diidolakan pemuda Indonesia. Selain prestise yang tinggi, gaji dan kesejahteraan pilot memang layak dibanggakan. Gaji pilot pemula rata-rata Rp20 juta per bulan.

“Gaji pilot pemula, berkisar Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan. Jika ditambah uang terbang dan tunjangan lainnya, bisa sampai Rp20 juta,” kata Sekjen INACA (Indonesia National Air Carriers Association) Tengku Burhanudin menjawab beritatrans.com di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Menurutnya, soal penggajian pilot itu juga dipengaruhi kebijakan masing-masing maskapai. “Jika maskapai besar dan jam terbangnya tinggi, tentu take home pay pilot itu lebih tinggi,” kata Tengku.

Sementara pilot senior Garuda Indonesia dan mantan Ketua Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt.Stevanus Gerardus mengatakan, soal gaji pilot pemula di Tanah Air rata-rata Rp20 juta per bulan. Untuk pilot pemula hampir sama dengan itu.

“Itu take home pay rata-rata sebesar itu. Tapi jumlah itu masih bisa naik atau kurang sedikit,” kata Stevanus pada beritatrans.com, Jumat.

Kendati begitu, lanjut dia, jika sudah capten pilot gaji mereka bisa berkisar Rp60 juta sampai Rp70 juta per bulan. “Ya, kalau di Indonesia rata-rata untuk capten pilot atau pilot in command sebesar itu,” jelas Stevanus.

Namun begitu, papar dia, jika dibandingkan gaji pilot di dunia, gaji pilot Indonesia masih dibawahnya. “Di negara maju dan maskapai besar gaji pilot berkisar 7.000 sampai 12.000 dolar AS per bulan,” terang pilot maskapai BUMN itu.

Dengan asumsi kurs Rupiah sekarang Rp12.000 per dolar AS, maka gaji pilot bisa mencapai Rp144 juta per bulan. “Itu gaji pilot di negara maju dan maskapai besar. Tapi harus disadari, tugas dan pekerjaan pilot itu berat dan butuh profesionalisme tinggi,” urai Stevanus.

Dia menambahkan, selain uang terbang pilot juga diasuransikan dan mendapat jaminan kesehatan dari perusahaan. Seperti diketahui, kondisi dan kemampuan setiap maskapai berbeda-beda termasuk di Indonesia.

“Jika perusahaan untung, bisa mendapatkan tambahan bonus lagi. Jadi, kalau diakumulasikan ya cukup lumayan. Yang jelas diatas UMR beberapa daerah di Indonesia termasuk Jakarta,” tegas Stevanus.(helmi)