Angkasa Pura 2

Pelopor Tol Laut

Kapal Tol Laut Mutiara Persada III Sudah Berangkat Dari Pelabuhan Tanjung Perak

DermagaSabtu, 9 Mei 2015
Mutiara persada III

SURABAYA (beritatrans.com) -Kapal Roll Off-Roll On (RoRo) KM Mutiara Persada III yang merupakan kapal pelopor program Tol Laut di Indonesia sudah di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya setelah diresmikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan karena berpartisipasi dalam program Short Sea Shipping (SSS).

“Kapal yang dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (APL) memiliki panjang (Lenght of All/LOA) 151 meter dan berat 15.000 Gross Tonage (GT) akan beroperasi di rute Lampung – Surabaya dan sebaliknya,” kata Deputy Pelindo III Tanjung Perak, Bambang Hasbullah, di Surabaya, Jumat (8/5/2015) petang.

Kapasitas kapal itu, ungkap dia, dapat memuat 600 orang penumpang, 150 unit truk, dan 50 kendaraan pribadi. Armada itu adalah kapal RoRo pertama yang melayani pelayaran logistik berjadwal dan tetap dari Dermaga Pelabuhan Panjang, Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Kami sangat bangga dengan antusias para operator kapal yang turut mendukung program tol laut melalui SSS. Semoga komitmen kami untuk mengurangi biaya logistik nasional dapat dukungan dari semua pihak,” ujarnya seperti dikutip antaranews.com.

Dengan kehadiran KM Mutiara Persada III, jelas dia, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik. Bahkan, dapat mengurangi beban jalur darat Pantura hingga 30 persen.

“Kalau menggunakan jalur darat dengan kendaraan truk, jarak tempuh antara Lampung ke Surabaya bisa memakan waktu antara 90 sampai 100 jam. Tapi bila menggunakan kapal, jarak tempuhnya hanya sekitar 39 jam,” katanya.

Ia berharap, pada masa mendatang tidak hanya satu kapal RoRo yang beroperasi. Namun, bisa ditambah beberapa unit. Dengan begitu, jarak pelayanan tidak terlalu lama arena ada beberapa rute alternatif.

“Untuk itu, diperlukan sinergi yang baik antar operator kapal dalam pembagian rutenya sehingga jalur tol laut dapat merata. Lalu, ada kepastian yang sangat diperlukan bagi pemilik barang,” katanya.

Kahumas Pelindo III Tanjung Perak Surabaya, Dhany Rachmad Agustian, mengemukakan, arus kunjungan kapal di empat Terminal Pelabuhan Tanjung Perak hingga April 2015 tercatat sebanyak 25.072.902 Gross Tonnage (GT).

“Besaran itu naik empat persen dibandingkan periode sama tahun 2014,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, secara keseluruhan kini Pelindo III mengelola 43 pelabuhan yang tersebar di tujuh provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kemudian, memiliki 10 anak perusahaan dan afiliasi.

“Kami juga menjalankan bisnis inti sebagai penyedia fasilitas jasa kepelabuhanan yang memiliki peran kunci guna menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. Dengan tersedianya prasarana transportasi laut yang memadai, kami harap mampu menggerakkan serta mendorong kegiatan ekonomi negara dan masyarakat,” tegas dia.

Kapal ‘Tol Laut’ pertama yakni Mutiara Persada III milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) merupakan kapal angkut kendaraan dan penumpang yang terjadwal. Kapal dengan panjang 153 meter ini akan tetap berangkat sesuai jadwal meski jumlah penumpang jauh di bawah kapasitas penuh yaitu 200 kendaraan truk.

“Kami berangkat dari Lampung membawa 38 kendaraan campuran. Kalau malam ini, kami hanya membawa 11 kendaraan dan 5 penumpang,” kata Direktur Utama PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Ryan Bernandus di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (8/5/2015).

Hingga pukul 19.30 WIB, baru ada 11 kendaraan yang sudah terdaftar naik Mutiara Persada III yang bobotnya 15.000 GT ini. Sebanyak 11 kendaraan tersebut mencakup 8 truk besar, 3 truk tronton, dan 1 kendaraan pribadi.

“Kami berharap tetap ada tambahan. Tetapi meski sedikit kami tetap berangkat malam ini pukul 22.00 WIB,” lanjut Ryan sepetti dikutip detik.com.

Dihitung di atas kertas, dengan hanya sedikit muatan yang diangkut, maka yang terjadi mengalami kerugian. Namun Ryan enggan berkomentar banyak soal masalah tersebut.

“Saya belum mengasumsikan karena saya nggak ikut naik,” ujar Ryan.

Ia belum mempersoalkan mengenai untung rugi kapal tol laut ini. Pria berkacamata ini hanya mengatakan bahwa program Presiden Jokowi yang memaksimalkan angkutan laut ini harus diteruskan. Ryan mempunyai prinsip trade follow the ship dan bukan sebaliknya.(hel/awe)