Angkasa Pura 2

Kapolri Badrodin Haiti Harus Cepat Lakukan Revolusi Mental

Aksi PolisiMinggu, 10 Mei 2015
peragaan-pakaian-dinas-untuk-polwan-berjilbab-di-lapangan

JAKARTA (beritatrans.com) -Dalam menggulirkan revolusi mental di lingkungan Polri, ada empat satuan kerja yang perlu ditata Polri secara cepat dan jangka pendek. Duet Kapolri Badrodin Haiti dan Wakapolri Budi Gunawan harus segera mewujudkan revolusi mental di lembaga yang dipimpinnya. Pola fikir, tindak dan perilaku seluruh anggota Polri harus dirubah sehingga menjadi sosok aparat yang profesional dan dicintai rakyatnya.

“Revoluysi mental merupakan salah satu visi isi pasangan Jokowi-JK saat kampanye pilpres dulu. Kapolri sebagai pembantu presiden tentu harus bisa mendukung dan merealisasikan visi misi itu,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane di Jakarta, kemarin.

Pertama, lanjut Neta, unit kerja lalulintas yang kerap dikeluhkan masyarakat karena sulit untuk berubah dan kerap mengganggu citra Polri di lapangan akibat banyaknya oknum-oknum yang bersikap aneh.

Kedua, unit kerja SDM yang harus ditata maksimal sehingga mampu memilih dan menempatkan figur-figur berkualitas di posisi-posisi strategis serta menata sistem rekrut dan pendidikan.

Ketiga, menurut Neta adalah unit kerja reserse yang perlu diarahkan bekerja cepat, profesional dan anti penyiksaan, dengan fokus pemberantasan korupsi, terutama di daerah.

Keempat, revolusi mental harus dilakukan di sektor pengadaan, sehingga proyek-proyek pengadaan di Polri berorientasi tepat guna, efisien, efektif dan tidak mubazir.

“Duet kepemimpinan Haiti-BG, dalam jangka pendek harus mampu menunjukkan kinerja yang lebih meningkat dibanding di era kepemimpinan sebelumnya,” papar Neta.

Dengan begitu, kontroversi saat proses penetapan mereka sebagai pimpinan Polri tidak berkepanjangan, bahkan publik bisa menilai bahwa keduanya memang figur terbaik untuk Polri.(helmi)

loading...