Angkasa Pura 2

Jokowi: Pelindo II Bangun Pelabuhan Sorong Mulai Juli 2015

DermagaSenin, 11 Mei 2015
tmp_14558-010413-usaha1-987805510

SORONG (beritatrans.com) – Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah melalui PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II akan memulai pembangunan pelabuhan laut Kota Sorong, Provinsi Papua Barat pada bulan Juli-Agutus 2015.

“Pembangunan pelabuhan laut Sorong diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah paling Timur Indonesia,” harap Presiden Joko Widodo di Biak, Senin (11/5).

Pelabuhan Sorong, Papua Barat, menurut Presiden Jokowi, sangat strategis karena merupakan pintu masuk wilayah Papua dan Papua Barat sehingga perlu dibenahi sarana prasarana pelabuhan.

Apalagi dengan mulai dicairkan anggaran pemerintah, menurut Presiden Jokowi, ia sudah memerintahkan kementerian terkait untuk melakukan percepatan realisasi pembangunan di lapangan sehingga dapat dirasakan masyarakat untuk peningkatan lapangan kerja, perbaikan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing investasi di daerah.

Menyinggung biaya pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum di tanah Papua, menurut mantan Walikota Solo, sesuai alokasi anggaran untuk Provinsi Papua mencapai Rp6 triliun sedangkan bagi Provinsi Papua Barat sebesar Rp4 triliun.

Pemerintah pusat, lanjut Presiden Jokowi, sangat berharap pengembangan pembangunan sarana prasarana infrastruktur dapat memberikan efek positif terhadap peningkatan ekonomi daerah.

“Dengan mengalirnya program pembangunan sarana infrastruktur daerah diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi serta bisa membuka lapangan kerja baru untuk penduduk lokal,” ungkap Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi dan Menkopolhukam Tedjo EP.

RP3 TRILIUN
Sebelumnya, manajemen PT Pelindo II (Persero) menargetkan pembangunan Pelabuhan Sorong tahun depan. Untuk merealisasikanya, BUMN pelabuhan ini menyiapkan investasi sebesar Rp3 triliun. Sementara, tahap konstruksi akan digarap anak usaha PT Pelindo II di bidang pembangunan dan perbaikan pelabuhan, PT Pembangunan Pelabuhan Indonesia (PPI).

“Dana ini untuk membangun terminal baru sekaligus biaya untuk pembebasan lahan,” kata Presiden Direktur PT PPI Dani Rusli Utama, kepada detikfinance, Sabtu (9/5/2015).

Dani mengungkapkan, pada tahap awal, perseroan akan membangun dua terminal sekaligus. “Satu terminal peti kemas, yang kedua terminal multi purposed. Tapi target kita satu terminal dulu pada fase pertama,” ujar Dani.

Dengan kapasitas tampung kontainer mencapai 500.000 TEUs, kata Dani, Pelabuhan Sorong diproyeksikan menjadi pelabuhan internasional yang menjadi hub transportasi kapal-kapal dari Australia, Jepang, Cina, dan negara-negara Pasifik lainya.

Berjarak 2 jam perjalanan darat dari Kota Sorong, sambung Dani, pelabuhan yang juga dikembangkan menjadi kawasan industri baru (KIB) di Indonesia Timur ini memiliki luas 7.500 hektar.

“Industri kita dorong ke sana. Fasilitas kita siapkan. Beberapa industri potensial yang bisa dikembangkan di Sorong seperti industri kimia dan curah,” jelasnya.(santi).

Sumber: antaranews.com dan detik.com