Angkasa Pura 2

AEPI: Pembangunan Era Jokowi-JK Direduksi Hanya Soal Infrastruktur

Dermaga Figur KoridorSelasa, 12 Mei 2015
Salamudin_daeng__AEPI

JAKARTA (beritatrans.com) -Pada era reformasi pembangunan itu direduksi menjadi ekonomisme semata, hanya urusan meningkatkan Gross Domestic Product (GDP). Tidak peduli siapakah yang menghasilkan GDP, apakah asing, nasional atau rakyat.

“Tidak peduli dari mana sumber GDP, apakah dari utang luar negeri, dari investasi asing. Tidak peduli untuk siapa GDP, apakah untuk segelintir pemilik modal dan oligarki, yang penting tumbuh,” Direktur Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng di Jakarta, Selasa (12/5/2015).
 
Dikatakan, lebih parah lagi di era pemerintahan Jokowi-JK, yang dimaksud pembangunan direduksi hanya menyangkut pembuatan bangunan. “Setiap hari presiden Jokowi dengan berbusa busa bicara pembangunan infrastruktur. Pembangunan bagi Presiden Jokowi adalah proyek infstruktur,” kritik Daeng.

“Tidak peduli uangnya darimana, siapa yang membangunya, untuk siapa pembangunan infrastuktur tersebut, yang penting kroni-kroni Presidien bisa medapatkan bagian remah remah dari proyek,” kata Daeng.

Lebih parah lagi, menurut dia, Presiden Jokowi meninta negara lain untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Maka dilancarkanlah diplomasi tingkat tinggi oleh Presiden Jokowi untuk meminta China membangun pelabuhan, Tol Laut, Jalan Tol, Pembangkit listrik, bandara, Monorel, dan lainnya.

“Presiden Jokowi tidak peduli nanti bahan bahan untuk pembangunan infasrtuktur seluruhnya akan diimpor dari China, tenaga kerja seluruhnya diimpor dari china,” tandas Daeng.(helmi)

loading...