Angkasa Pura 2

Gubernur Jabar ‘Keukeuh’ Pelabuhan Cilamaya Tetap Dibangun

DermagaSelasa, 12 Mei 2015
tmp_8488-IMG_20150512_115421201000623

JAKARTA (beritatrans.com) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan ‘keukeuh’m) alias tak bergeming. Masih mencari celah agar pelabuhan bisa dibangun sesuai rencana awal, di Cilamaya.

Hal itu Aher, sapaan akrabnya, dalam pertemuan seluruh Gubernur se-Indonesia dengan Menteri PPN/Kepala Bapenas Andrinof Chaniago.

“Kalau kita batalkan, studinya saja perlu dua tahun. Kalau ini belum resmi keputusannya. Sampai saat ini kami belum terima keputusan ini. Pihak JICA masih protes. Kita masih kaji kembali kepantasannya untuk dibangun pelabuhan,” ungkap Aher di kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Aher kecewa dengan keputusan itu. Apalagi alasannya karena PT Pertamina menolak adanya pembangunan pelabuhan di Cilamaya lantaran mengganggu aktivitas pengeboran minyak.

“Permasalahannya pemerintah membatalkan karena alasan Pertamina dan segala macam. Padahal studi (pembangunan Pelabuhan Cilamaya) dilakukan tahun 2008. Kalau sudah ada perencanaan, mengapa Pertamina baru bicara hari ini,” tegasnya seperti dilansir merdeka.com.

Aher menegaskan, polemik pembangunan Pelabuhan Cilamaya membuat permasalahan tingginya ongkos distribusi logistik sudah barang tentu tidak akan selesai.

Keluhan tersebut Aher lontarkan bukan tanpa sebab. Saat ini semakin banyak industri yang ‘bermukim’ di wilayah Jawa Barat. Seperti Karawang yang membutuhkan logistik penunjang untuk produksi industri mereka.

“Ini berdampak semakin lambatnya proses pengapalan di Tanjung Priok. Dari sana ke kawasan industri di Karawang,” ucapnya. (awe)

loading...