Angkasa Pura 2

Terminal & Runway Bandara Kertajati Mulai Dibangun Agustus 2015

BandaraRabu, 13 Mei 2015
bandara kertajati

BANDUNG (beritatras.com) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan proyek Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, akan mulai dibangunan pada Agustus 2015. Eksekusi proyek dilakukan setelah kebutuhan lahan terpenuhi 100 persen.

“Mudah-mudahan Agustus nanti sudah dibangun terminal pertamanya, sekarang lahannya hampir bebas semua” ujar Ahmad di Gedung Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, kemarin.

Menurutnya, proyek senilai Rp 24,5 triliun ini membutuhkan lahan seluas 1.800 hektar. Sejauh ini, luas lahan yang telah dibebaskan sekitar 1.000 hektar atau 55,5 persen dari total lahan secara keseluruhan. Meskipun masih banyak lahan dibutuhkan, Ahmad optimistis dalam tiga bulan ke depan seluruh lahan dapat dibebaskan.

“Kami memang ingin mempercepat pembangunan Kertajati karena kami butuh bandara internasional tersendir,” tuturnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Ahmad Heryawan mengatakan selama ini masyarakat Majalengka dan Ciamis harus menempuh perjalanan 12 jam untuk mencapai Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Karenanya, keberadaan Badara Internasional Kertajati menjadi sangat penting bagi roda ekonomi Jawa Barat karen ajuga dapat difungsikan sebagai jalur distribusi hasil manufaktur.

“Bandara ini diharapkan bisa membantu penyaluran hasil manufaktur dari Jabar karena 53 persen hasil industri Indonesia berasal dari provinsi ini,” jelasnya.

Sebelum membangun terminal, PT Angkasa Pura II sudah terlebih dahulu membuat landasan pacu sepanjang 2.750 meter dari total panjang dibutuhkan mencapai 4.000 meter. Hingga akhir tahun 2015, pembangunan landasan pacu ditargetkan bisa mencapai 3.000 meter atau 75 persen dari total panjang dibutuhkan.

bandara kertajati masterplan

Untuk menutup kebutuhan investasi Bandara Kertajati sebesar Rp 24,5 triliun, PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan PT Angkasa Pura II (Persero) akan menjadi penanggung jawab pendanaan dengan porsi masing-masing 49 persen dan 51 persen. Apabila joint venture kedua korporasi tersebut telah terbentuk, maka Pemda Jawa Barat akan segera menyerahkan lahan dan melakukan penyertaan modal ke BIJB sebesar Rp 300 miliar.

Selain itu, rencananya Pemda Jawa Barat juga akan menerbitkan obligasi untuk membantu pendanaan bandara Kertajati. Diharapkan dana sebesar Rp 4 triliun dapat dihimpun dari penerbitan surat utang tersebut. (ani).

loading...