Angkasa Pura 2

Bay M Hasani: Perizinan Di Pelabuhan Tanjung Priok Disederhanakan & YOR Dikendalikan

DermagaSelasa, 19 Mei 2015
tmp_12363-2015-05-19 22.56.35972466678

JAKARTA (beritatrans.com) – Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, Bay M Hasani optimistis target    pemerintah menurunkan dwelling time  di Pelabuhan Tanjung Priok  menjadi 4,7 hari  bisa tercapai dengan didirikannya Pusat Penanganan Perizinan Ekspor/Impor Terpadu (PPP-EIT) serta pengendalian YOR dan  barang di lapangan penumpukan.

Hal itu diungkapkan   Bay M Hasani kepada beritatrans.com, Selasa (19/5/2015)n berkaitan dengan kunjungan Menko Maritim ke Pusat Penanganan Perizinan Ekspor/Impor Terpadu  (PPPEIT) di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok.

Bay mengatakan posisi dwelling time (lamanya barang di Pelabuhan Tanjung Priok) saat ini sekitar 4,92 hari, dengan rincian Pre Clearance (sebelum barang diproses Bea Cukai) 3,77 hari, Customs Clearance (proses BC) 0,01 hari dan Post Clerarance (setelah diproses BC) 1,14 hari.

Menurut Bay, PPPEIT yang akan diresmikan Presiden Jokowi dalam waktu dekat ini menjadi tempat penyelesaian perizinan bagi barang ekspor dan impor yang terhambat di instansi instansi terkait. 

Menurut Kepala OP, nantinya 16-18 instansi terkait dengan perizinan ekspor dan impor akan menempatkan petugasnya di pusat penanganan perizinan
ekspor/impor tersebut.

Dengan demikian, dia mengemukakan nantinya importir dan eksportir yang menghadapi masalah perizinan, tak perlu datang ke instansi terkait tapi cukup datang ke PPP-EIT.  

Masih dalam upaya menurunkan dwelling time, selain mempersingkat masalah perizinan juga akan dilakukan pengendalian tingkat pemakaian lapangan penumpukan petikemas atau Yard Occupancy Ratio (YOR) dan lamanya barang di lapangan penumpukan dengan memasang CCTV di lapangan. (wilam)